PGN Akuisisi Tiga Blok Migas Senilai US$363 Juta

NERACA

Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mengakuisisi 3 blok migas dengan nilai akuisisi sebesar US$363 juta pada tahun 2013. Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko PGAS, M. Wahid Sutopo menyatakan akuisisi ini untuk memperkuat jaminan pasokan gas bumi nasional. Pada tahun ini, perseroan melalui anak usahanya yaitu Saka Energi Indonesia (SEI) juga melakukan serangkaian aksi korporasi dengan membeli blok-blok migas dari perusahaan asing.“Selain efisiensi, pemanfaatan gas bumi yang ramah lingkungan akan memperkuat daya saing ekonomi nasional dan dapat menghemat subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM)”, ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menyebutkan beberapa aksi korporasi perseroan seperti mengakuisisi 30% hak partisipasi di PSC Bangkanai (Kalimantan) senilai US$ 27 juta. Kemudian, PGN juga membeli 20% hak partisipasi di PSC Ketapang (Madura) senilai US$71 juta. Saka Energi kembali mengakuisisi 25% hak partisipasi di PSC Pangkah (Madura) sebesar US$ 265 juta. Pada tahun depan, perseroan akan menganggarkan dana untuk belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 200-250 juta.

Perseroan merencanakan alokasi dana capex tersebut untuk membangun jaringan pipa gas.“Dana capex akan kami gunakan untuk pengembangan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi baik yang baru maupun yang sudah ada. Capex ini diluar dari aksi korporasi yang akan kami lakukan di tahun depan”, jelasnya.

Dia menuturkan, seluruh dana capex tersebut akan berasal dari kas internal perseroan. Pasalnya, perseroan mengklaim kas internal sejauh ini masih kuat untuk membiayai belanja modal tahun depan, sehingga belum berencana pinjam ke bank. Perseroan juga melakukan sejumlah aksi korporasi dalam bentuk pembangunan sejumlah infrastruktur gas baru dan akuisisi blok migas di berbagai wilayah di Indonesia.

Di sektor infrastruktur, perseroan telah membangun dan mengoperasikan Mobile Refueling Unit (MRU) untuk mendukung program konversi gas bumi bagi armada transportasi.“Sampai akhir tahun, tiga MRU ditargetkan dapat beroperasi di DKI Jakarta. Kami juga tengah menyelesaikan pembangunan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di Lampung guna memenuhi kebutuhan sektor industri, komersial dan rumah tangga di wilayah tersebut”, ujarnya.

Pembangunan FSRU tersebut ditargetkan selesai tahun 2014 dan mulai beroperasi di awal tahun 2015. FSRU Lampung tersebut akan mendapatkan alokasi gas sebanyak 18 Kargo yang dimulai tahun 2016. Pembangunan Pipa Gas Cikande-Bitung sepanjang 30 km proses konstruksinya lebih dari 90%. Melalui pembangunan ini diharapkan akses industri di wilayah Banten untuk mendapatkan gas bumi lebih mudah.

Untuk memperkuat jaminan pasokan gas bumi nasional, tahun ini perseroan melalui anak perusahaannya yaitu Saka Energi Indonesia (SEI) juga melakukan serangkaian aksi korporasi dengan membeli blok-blok migas dari perusahaan asing. Misalnya, mengakuisisi 30% hak partisipasi di PSC Bangkanai (Kalimantan) dari Salamander senilai US$27 juta.

Perseroan juga membeli 20% hak partisipasi di PSC Ketapang (Madura) dari Sierra Oil Services Limited senilai US$71 juta. Saka Energi kembali mengakuisisi 25% hak pastisipasi di PSC Pangkah (Madura) dari KUFPEC Indonesia BV sebesar US$265 juta. Perseroan menghabiskan dana senilai US$363 juta untuk hak partisipasi dari 3 blok migas yang telah diakuisi tersebut. (nurul)

Related posts