Jakarta Setiabudi Beli Tanah Rp 300 Miliar - Akuisisi Lahan 20 Hektar

NERACA

Jakarta – PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) pada 2014 akan memperluas kepemilikan lahan kosong (land bank) dengan membeli lahan seluas 20 hektar dengan nilai investasi Rp300 miliar di Jawa Barat. Direktur PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk Margiman mengungkapkan, pembelian lahan di Jawa Barat saat ini masih dalam tahap pembicaraan dan kemungkinan akan rampung pada semester pertama 2014. Nantinya, di lokasi itu akan dibangun perumahan oleh perseroan.

Selain itu, perseron memiliki land bank seluas 62,2 hektar yang berada di bebrapa lokasi yaitu di Mega Kuningan, Jakarta seluas 3,8 hektar, Puri Botanical, Jakarta seluas 36,9 hektar, Yogyakarta seluas 14 hektar, Sanur, Bali seluas 7,5 hektar. Dia meneyebutkan nilai land bank yang dimiliki perseroan sekitar Rp6,6 triliun.

Sementara itu, pada 2014 mendatang perseroan akan mengembangkan satelite city di Puri Botanical Residence, Jakarta Barat dengan nilai investasi sebesar Rp100 miliar yang berasal dari kas internal perseroan. Nantinya, dalam pengembangan satelite city akan terdiri dari apartemen, perkantoran dan retail dengan luas lahan 26 hektar.“Pengembangan ini akan mulai dilaksanakan pada Maret atau April 2014 dan lahan seluas 26 hektar tidak semuanya dipergunakan. Akan tetapi, untuk bangunan diperkirakan seluas 800 ribu meter”, katanya di Jakarta, kemarin.

Terkait kenaikan BI Rate menjadi 7,5% serta kebijakan yang dikeluarkan BI mengenai loan to value (LTV), bagi perseroan kedua hal ini tidak terlalu berpengaruh kepada bisnis perseroan. Karena bagi dia, dampaknya tidak akan mempengaruhi permintaan kepada perseroan.“Kebanyakan costumer kami adalah end user, sehingga tidak akan terlalu berpengaruh banyak terkait aturan LTV. Karena segmen ini relatif stabil dan cenderung tumbuh”, ungkapnya.

Selain itu, menurut dia dengan memiliki lokasi dan lahan kosong yang cukup strategis, membuat pembeli bukan hanya membeli untuk investasi tapi membeli untuk mencari tempat tinggal yang lebih strategis, dan nyaman.“Namun kalau terjadi penurunan permintaan ada kemungkinannya, tetapi penurunan tidak terlalu berpengaruh karena perseroan memiliki suplai yang terbatas. Sedangkan yang memiliki suplai banyak yang akan terpengaruhi kebijakan BI ini”, katanya.

Pada 2014 mendatang, perseroan menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,3 triliun atau naik sekitar 30% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1 triliun.

Direktur Keuangan perseroan Lim Merry Liem mengungkapkan, sebagian besar dana akan berasal dari eksternal, sisanya dari kas internal perseroan. Dana capex tersebut akan digunakan perseroan untuk mengembangkan proyek-proyek tahun depan seperti pembangunan super block di Mega Kuningan, satellite city di Puri Botanical Residence, pengembangan Jogja One di Yogyakarta, Apartemen Blok E, dan satu hotel di Semarang, “Untuk proyek pengembangan kawasan komersial di Puri Botanical Residence, perseroan akan melakukan investasi sebesar Rp100 miliar. Rencananya, proyek tersebut akan di bangun di atas lahan seluas 26 hektare, dan pembangunan akan mulai dikerjakan pada April 2014 mendatang”, jelasnya. (nurul)

Related posts