Mengarungi Sungai Alas Taman Nasional Gunung Leuser

Sungai Alas mengalir langsung ke Samudera Hindia, memiliki arus yang luar biasa menarik perhatian penggemar arung jeram dari seluruh dunia.Salah satu keunggulan Sungai Alas adalah dikelilingi hutan yang masih asri di Taman Nasional Gunung Leuser. Terletak di 165 km tenggaraTakengon, Sungai Alas mengalir membelah Taman Nasional Gunung Leuser. Daerah ini sangat populer di kalangan muda dan

Akomodasi terdiri atas pondok-pondok kayu berbentuk panggung, yang bisa menampung dua orang, kelambu untuk dua orang. Setiap pondok dengan satu kamar yang luas dan balkon. Kisaran harganya antara lain Rp70.000 perorang untuk semalam, Makan malam Rp30.000 untu perorang dan Rp15.000 perorang untuk sarapan. Ada air bersih untuk mandi di dekat sungai hutan, kamar mandi bersama dan toilet. Listrik tidak tersedia karena hutan hujan Kedah mendukung Eco-wisata, karena itu mereka tidak menjalankan generator.

Di sana kita bisa memulai pengarungan dari Muarasitulan di Kota Kutacane hingga Kota Gelombang yang berdekatan dengan Samudera Hindia. Rute ini terbilang tepat untuk Anda yang masih pemula. Sementara itu, husus untuk profesional, Anda dapat menaklukkan arus Sungai Alas bisa mengambil rute lebih jauh, mulai dari Angusan dekat Blangkejeran.

Selama pengarungan, Anda tidak hanya disambut oleh arus liar tetapi juga pemandangan indah yang tersaji sepanjang sungai. Apabila beruntung, Anda dapat melihat kera, burung, dan hewan lain di tepi sungai, bahkan bisa saja bertemu gajah atau rusa. Anda juga dapat memulai arung jeram pukul 09.00-15.30. Selama kegiatan, Anda tidak hanya akan mengarungi sungai saja tetapi juga kunjungan ke Taman Nasional Gunung Leuser.

Arung jeram dan kayak dapat dilakukan di sungai Alas mulai dari desa Angasan sampai ke kota Gelombang yang berada di bawah, dekat dengan laut India. Di daerah atas arus sungai Alas menuntut kita agar lebih hati-hati dan cekatan. Perahu ini melewati hutan yang masih alami. Namun kita bisa melihat banyak satwa liar, khususnya monyet dan berbagai burung yang berwarna indah.

Dari Kutacane ke Gelombang, arus air tidak terlalu kuat. Di sana kita bisa melakukan safari hutan dan menikmati pemandangan alam yang indah. Dalam perjalanan yang tidak lebih dari satu hari, kita bisa tidur di tenda-tenda di tepi sungai, sambil membakar ikan dan bermain gitar di malam hari.

Related posts