Respon Negatif FOMC, IHSG Kembali Terkoreksi

NERACA

Jakarta – Adanya sinyal pengurangan pembelian obligasi AS dalam beberapa bulan ke depan, membuat pelaku pasar ikut merespon negatif hasil rapat FOMC tersebut. Akibatnya, IHSG masih dalam laju pelemahannya selain akibat dari pelemahan laju bursa saham Asia setelah rilis pre-HSBC manufacturing PMI China menunjukkan adanya penurunan. IHSG yang sedang mencoba untuk keluar dari tren pelemahan, mengalami kekurangan peluangnya dengan sentimen-sentimen negatif sehingga memicu adanya aksi jual.

Menurut Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada, selain terpicu adanya aksi jual, laju nilai tukar Rupiah yang masih betah dalam tren penurunannya membuat pelaku pasar semakin kehilangan mood Sehingga pada perdagangan Kamis kemarin (21/11). Alhasil, IHSG hanya berhasil menyentuh level tertingginya 4338,15 di awal sesi pertama dan menyentuh level terendahnya 4300,13 di pertengahan sesi kedua dan berakhir di level 4326,21, “Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy”, ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia melanjutkan, laju nilai tukar Rupiah kembali terperosok setelah pelaku pasar langsung merespon hasil rilis meeting FOMC yang masih mensinyalkan akan adanya pengurangan stimulus ketika kondisi AS mulai pulih. Namun demikian, The Fed juga mengatakan masih akan melakukan kebijakan moneter yang akomodatif hingga tercapai target pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja sesuai target.

Dengan hasil meeting FOMC tersebut, dolar AS langsung tancap gas meninggalkan Rupiah yang masih di jurang pelemahan. Depresiasi Rupiah juga terimbas oleh pelemahan mata uamg Jepang yang juga mempengaruhi mata uang Asia Pasifik lainnya. Rupiah di bawah target support Rp11625. Rp11738-11692 (kurs tengah BI). “Mereka khawatir stimulus The Fed akan berkurang sehingga langsung direspon negatif. Selain itu, rilis penurunan pre -indeks manufaktur China dan pelemahan harga komoditas akibat adanya sentimen tersebut juga berimbas negatif pada laju bursa saham Asia”, jelasnya.

Selain itu, sentimen rilis hasil rapat FOMC tidak hanya menghempaskan laju bursa saham Asia namun, bursa saham Eropa pun ikut terkena imbasnya. Pelaku pasar kembali melanjutkan aksi jualnya sehingga menyebabkan mayoritas bursa saham Eropa sampai dengan saat ini mengalami pelemahan.“Tappering off dikatakan 'on the table' pada pertemuan FOMC di bulan Desember sehingga dipersepsikan pengurangan stimulus akan dapat terjadi mulai bulan depan”, katanya.

Berikutnya, pada perdagangan Jum’at akhir pekan, IHSG diperkirakan akan berada pada support 4285-4312 dan resistance 4358-4362. Laju IHSG banyak berada di bawah target support (4.358-4.383) yang memberi gambaran masih besarnya aksi jual yang terjadidan IHSG berpeluang melanjutkan pelemahannya. Dia merekomendasikan beberapa saham yang layak dikoleksi antara lain, AALI, BSDE, AKRA, SIMP. Saham-saham lainnya BMTR, CPIN, CTRP, EXCL dan SMRA. (nurul)

Related posts