BEI Gelar Edukasi Pasar Modal di Yogyakarta

NERACA

Jakarta – Dalam rangka peningkatan edukasi dan pemahaman tentang pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia dan Se f Regulatory Organization (SRO) lainya kembali menggelar workshop wartawan dengan tema meningkatkan kepercayaan dalam berinvestasi di Yogyakarta. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kepala Divisi Perdagangan Sahara BEI Andre PJ Toelle mengatakan, sejak diaktifkannya pasar modal dalam negeri 36 tahun yang lalu, mayoritas masyarakat Indonesia belum memanfaatkan pasar modal sebagai sarana investasi secara maksimal, “Saat ini jumlah investor lokal di pasar modal Indonesia masih berada di bawah 1% dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 240 juta, “ujarnya.

Oleh sebab itu, dalam upaya meningkatkan jumlah investor lokal, otoritas pasar modal terus berkomitmen untuk melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai investasi di pasar modal Indonesia kepada publik agar paradigma masyarakat dapat berubah dari masyarakat yang gemar menabung (saving society) menjadi masyarakat yang gemar berinvestasi (investment society).

Menurutnya, workshop wartawan merupakan salah satu sarana sosialisasi informasi mengenai pasar modal kepada media. Diharapkan melalui workshop ini, media lokal diharapkan dapat menjadi media partner dalam menyebarluaskan informasi mengenai pasar modal termasuk pengenalan fungsi dan peran lembaga-lembaga otoritas pasar modal serta keuntungan dan risiko investasi sehingga dapat mengugah minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal.

Kemudian mengenai perubahan saham (lot size) dan fraksi harga, kata Andre, satuan pembelian/penjualan saham di BEI adalah dalam lot, dimana saat ini, jumlah saham per lot adalah 500 lembar. Sehingga jika harga sate lembar saham Rpl0.000,- maka untuk membeli satu lot saham, investor membutuhkan uang sebanyak Rp5.000.000,-.

Namun, jika lot size diturunkan menjadi 100 (1 Lot = 100 lembar saham) maka investor hanya membutuhkan uang sebanyak Rpl.000.000,- untuk membeli satu lot saham. Selanjutnya, Andre mengatakan bahwa peraturan mengenai perubahan lot size dan fraksi harga bertujuan meningkatkan partisipasi investor khususnya investor ritel untuk berinvestasi di pasar modal. "Saat ini, banyak investor yang berminat untuk melakukan transaksi efek dengan fundamental yang bagus namun terkendala dengan tingginya harga efek tersebut. Dengan lot sizelebih kecil, modal investasi menjadi lebih terjangkau sehingga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat," tegas Andre.

Dia juga menambahkan, peraturan perubahan lot size dan fraksi harga tersebut akan mulai diberlakukan pada tanggal 6 Janari 2014. Sosialisasi dan edukasi tentang pasar modal kepada masyarakat Indonesia terus menerus dilakukan oleh BEI. (bani)

Related posts