Penelitian Kelautan dan Perikanan Ditingkatkan

NERACA

Jakarta - Peranan litbang menjadi elemen penting dalam industrialisasi kelautan dan perikanan. Litbang menjadi penyedia berbagai inovasi dan iptek yang adaptif, sehingga mendorong peningkatan dalam hal efisiensi dan daya saing. Menyadari pentingnya dukungan hasil-hasil penelitian, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya secara terus-menerus mengembangkan dan memperkuat sumberdaya penelitian melalui peningkatan produktivitas di lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP).

Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo, pada pembukaan Gelar Inovasi Kelautan Dan Perikanan 2013 dan peluncuran Buku Inovasi dan Buku Rekomendasi Teknologi Litbang KP 2013, di Jakarta, dalam rilisnya, Selasa (12/11).

Litbang adalah sebuah sistem pendukung strategis yang dapat memasok para pengambil kebijakan, pelaku industri, pengusaha dan masyarakat luas dengan informasi dan teknologi handal dan berdaya guna dalam meningkatkan produksi dan produktivitas dengan tingkat efisiensi dan efektifitas yang tinggi. Apalagi, Balitbang KP telah menghasilkan inovasi teknologi yang telah teruji, handal dan telah direkomendasikan serta didokumentasikan dalam bentuk Buku Inovasi Kelautan dan Perikanan dan Buku Rekomendasi Teknologi Kelautan dan Perikanan 2013.

“Saya meyakini, teknologi dan inovasi yang dihasilkan dapat mendukung industrialisasi kelautan dan perikanan nasional serta sejalan dengan prinsip ekonomi biru. Harapannya, dapat mewujudkan 4 pilar pembangunan nasional yaitu pro-job, pro-poor, pro-growth dan pro-environment,” katanya.

Balitbang KP selain berperan sebagai lembaga penyedia teknologi dan inovasi kelautan dan perikanan melalui kegiatan penelitian dan pengembangan, juga harus memiliki peran sebagai pemasok informasi ilmiah bagi penetapan program dan kebijakan KKP. Untuk itu, Balitbang KP terus berupaya menciptakan IPTEK, metoda dan rekomendasi untuk percepatan realisasi industrialisasi kelautan dan perikanan selaras prinsip ekonomi biru. Sekaligus mendorong agar teknologi, inovasi dan rekomendasi yang tercipta dapat dimanfaatkan dan diaplikasikan oleh semua pihak.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Gelar Inovasi Teknologi ini dan saya mengucapkan terima kasih kepada para peneliti, perekayasa dan seluruh jajaran Balitbang KP atas kerberhasilannya dalam menciptakan teknologi dan inovasi ini,” ujarnya.

Sharif menambahkan, Litbang KP telah banyak menghasilkan berbagai hasil riset dan inovasi. Di antaranya telah disebarluaskan ke masyarakat melalui kegiatan yang disebut IPTEKMAS atau Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Masyarakat. Termasuk melalui kegiatan Gelar Inovasi Teknologi dapat mendorong teknologi, inovasi dan rekomendasi yang telah tercipta dan didokumentasikan dalam buku dapat dimanfaatkan dan diaplikasikan oleh semua pihak. Terutama dalam menentukan kebijakan dan merealisasikan program-program, guna mensukseskan industrialisasi kelautan dan perikanan. “Kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan saya harapkan kedua buku ini dapat digunakan sebagai bahan penyuluhan,” tambahnya.

Pada rilis sebelumnya, Sharif menjelaskan, Hari Nusantara tahun 2013 siap diselenggarakan di Pantai Talise Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Pemilihan Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah hari Nusantara 2013, karena pemerintah Sulawesi Tengah mempunyai komitmen membangun bidang kelautan di wilayahnya. Komitmen ini sejalan dengan model percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia koridor Sulawesi Tengah yang dicanangkan pemerintah pusat.

Hari Nusantara 2013 mengambil tema “Setinggi langit sedalam samudra potensipariwisata dan kreativitas nusantara yang tak terhingga”. Tema ini mengandung pengertian Indonesia adalah negara kaya akan keberagaman potensi sumberdaya bahari yang dapat memberikan manfaat tak terhingga baik dari aspek ekonomi, sosial, dan budaya. Hari Nusantara juga akan terus mengkampanyekan wawasan bahwa laut merupakan pemersatu NKRI sekaligus perekat dan pemersatu Bangsa Indonesia.

"Saya selaku pengarah telah bersurat kepada Presiden memohon agar Presiden berkenan untuk dapat hadir dalam puncak acara tersebut. Saya bersama-sama Menteri Parekraf sebagai ketua Umum Hari Nusantara dan Gubernur Sulawesi Tengah selaku tuan rumah Puncak Peringatan Hari Nusantara akan menghadap Bapak Presiden untuk melaporkan kesiapan acara ini,” katanya.

Menurut Sharif, kesuksesan acara Hari Nusantara 2013 nanti tidak terlepas dari intervensi program kegiatan yang terus dilakukan Kementerian/Lembaga Anggota Dewan Kelautan Indonesia. Mereka sudah memberikan intervensi program kegiatan dan anggaran untuk suksesnya acara Hari Nusantara 2013. Pemerintah daerah sebagai ujung tombak pelaksanaan Puncak Peringatan Hari Nusantara 2013 juga telah mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk lancarnya kegiatan.

Related posts