Eksplorasi Adaro Kuras Dana US$2,11 Juta

NERACA

Jakarta- PT Adaro Energy, Tbk (ADRO) menghabiskan biaya eksplorasi hingga Oktober 2013 sebesar US$139,876 dari dana yang dianggarkan sebesar US$202,589. Secara year to date perseroan telah menghabiskan total dana US$2,11 juta dari dana yang dianggarkan sebesar US$ 2,35 juta. Kegiatan eksplorasi dan geotech diprioritaskan pada daerah-daerah yang memerlukan pemboran detail (terinci) untuk mendapatkan data-data geologi, geo hidrologi, acid mine drainage (AMD). Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (11/11).

Disebutkan, pada bulan Oktober 2013, kegiatan drilling yang dilakukan antara lain melakukan pengeboran dewatering oleh geotech untuk menurunkan level muka air tanah daerah Tutupan. Selain itu, juga dilakukan pengeboran eksplorasi lubang inti di daerah tersebut dengan tujuan menambah kerapatan data polygon resource JORC dan menganalisisi kualitas batubara. Termasuk melakukan pengeboran lubang inti daerah Wara untuk mengambil sample uji AAT (air asam tambang).

Pengeboran yang dilakukan perseroan ini dilakukan dengan menggunakan metode pemboran lubang terbuka (open hole) dan pemboran inti (core hole). Logging geofisika yang dilakukan pada hampir semua lubang bor baik open hole maupun core hole guna memastikan kedalaman setiap lithology, terutama interval batubara.

PT Asiadrill Bara Utama dan PT Adaro Eksplorasi Indonesia sebagai kontraktor dalam kegiatan pemboran yang dilakukan perusahaan tambang ini. PT Asiadrill Bara Utama mengoperasikan 2 rig, yaitu Cortech dan AD 500 yang beroperasi di Tutupan. Sementara kontraktor lainnya yaitu PT Adaro Eksplorasi Indonesia dengan 2 rig, jenis Jackro AEI05-240 dan AEI02-350 yang beroperasi di Tutupan dan Wara. Adapun kegiatan logging geofisika dilakukan oleh PT Velseis Indonesia.

Manajemen perseroan menegaskan, seluruh kegiatan pemboran disupervisi langsung oleh PT Adaro Indonesia dibawah tanggung jawab seksi Resource Exploration and Modeling berada dalam Department Geology-Geotechnical. Rencananya, untuk pemboran di bulan Desember 2013 antara lain pengeboran eksplorasi lubang inti oleh geology sebanyak 13 titik dengan kedalaman 1090 meter. Pengeboran eksplorasi lubang terbuka oleh geology sebanyak 4 titik dengan kedalaman 1200 meter dengan kedalaman 1800 meter.

Sementara untuk daerah Wara akan dilakukan pengeboran eksplorasi lubang inti oleh geology sebanyak 3 titik dengan kedalaman 463 meter. Adapun di daerah Paringin akan dilakukan pengeboran eksplorasi lubang inti oleh Geology sebanyak 4 titik dengan kedalaman 559 meter. Tercatat sampai dengan September 2013, PT Adaro Energy Tbk membukukan laba bersih US$183,70 juta atau turun 47,21% dari periode yang sama pada 2012 sebesar US$348 juta.

Penurunan laba bersih mengikuti penurunan pendapatan usaha yang merosot menjadi US$2,43 miliar dari sebelumnya US$2,75 miliar dan beban pokok turun jadi US$1,87 miliar dari sebelumnya US$1,89 miliar. Sementara laba usaha turun dari US$730,91 juta menjadi US$862,73 juta. Total aset PT Adaro Energy Tbk ikut mengalami penurunan menjadi US$6,65 miliar dari US$6,69 miliar per 31 Desember 2012. (lia)

Related posts