Sambut AEC 2015, BSN Gelar Rakornas Standardisasi

NERACA

Jakarta - Pintu gerbang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, akan segera dibuka. Ini artinya, produk barang dan jasa dari negara anggota ASEAN, akan bebas masuk ke pasar Indonesia. Untuk mencegah membanjirnya, produk asing di pasar dalam negeri. Indonesia harus mempersiapkan, diri saat perdagangan bebas kawasan ASEAN tersebut.

Pasalnya, sampai saat ini Indonesia dinilai masih belum siap sepenuhnya dan masih banyak sektor yang harus dibenahi untuk memperkuat daya saing. Karena, saat pemberlakuan ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) tahun 2010 lalu, setidaknya memberikan pengalaman buat Indonesia.

Bahwa kesiapan dini yang optimal akan mampu memetik keuntungan dari setiap perjanjian perdagangan bebas yang ditandatangani. Namun sebaliknya, jika tidak siap, maka dampaknya bisa jadi banyak industri yang "tersingkir" oleh keperkasaan barang-barang impor yang dari sisi harga jauh bersaing, meskipun secara kualitas belum tentu terbukti mampu mengalahkan produk dalam negeri.

Dalam konteks inilah, standardisasi merupakan salah satu strategi yang paling rasional dan diterima secara global guna membendung kemungkinan membanjirnya produk-produk impor dari negara lain.Maka, sesuai dengan tugas dan fungsi yang diberikan oleh Pemerintah RI, Badan Standardisasi Nasional (BSN) akan mengadakan Rapat Koordinasi Nasional Standardisasi pada tanggal 12 November 2013 di Hotel Bidakara, Jakarta.

Pelaksanaan Rakornas ini dimaksudkan untuk menghimpun masukan dari pemangku kepentingan dalam menyusun Strategi Standardisasi Nasional jangka panjang, yaitu Strategi Standardisasi Nasional tahun 2015-2025 dengan mengacu pada arah dan kebijakan pembangunan nasional yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025.

Melalui Rakornas yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan Strategi Standardisasi Nasional tahun 2015-2025 dapat diterima secara nasional sebagai acuan bersama.

Sasarannya, standardisasi menjadi salah satu instrumen dalam rangka mendukung pembangunan yang berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing dan kualitas hidup bangsa Indonesia melalui perlindungan kepentingan publik dan lingkungan, peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap produk nasional di pasar domestik.

Fasilitasi akses produk nasional ke pasar global, dukungan bagi platform sistem inovasi nasional, dan dukungan terhadap keunggulan kompetitif bagi produk.

Strategi standardisasi nasional 2015-2025, yang diharapkan akan dihasilkan dari rakornas degan mengakomodasi seluruh masukan dari pemangku kepentingan ini akan memuat kebijakan, tujuan, sasaran, dan program yang perlu diimplementasikan oleh seluruh pemangku kepentingan untuk menjawab tantangan yang ada.

Dalam periode 2015-2025, paling tidak akan ada 2 perjanjian pasar tunggal regionl yang dihadapi, yaitu ASEAN ECONOMIC COMMUNITY pads tahun 2015, dan APEC FTA, pada tahun 2020. Disamping it, seperti kita ketahui bersama, bahwa ASEAN kemudian juga mengembangkan beberapa perjanjian pasar tunggal bilateral dengan beberapa negara partner, termasuk diantaranya China, Jepang, New Zealand, Australia, India, dan Korea.

Perjanjian pasar tunggal regional dan global tersebut membawa peluang yang besar bagi indonesia untuk menjadi basis produksi utama dengan potensi luas wilayah, jumlah penduduk, dan kekayaan alamnya. Namun demikian, potensi tersebut sekaligus menghadapkan bangsa Indonesia dengan tantangan besar, karena jumlah penduduk yang besar juga menjadi incaran bagi negara-negara produsen sebagai pasar potensial.

Oleh karena itu, melalui rakornas ini diharapan kita semua dapat merapatkan barisan dalam menjalankan kegiatan standardisasi nasional untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada dengan semakin menguatnya regionalisasi dan globalisasi ekonomI.

Rencananya, Rakornas akan dihadiri oleh sekitar 300 orang, yang merupakan wakil dari stakeholder standardisasi di tingkat pusat maupun daerah, yaitu wakil setiap Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, industri dan asosiasi industri, lembaga penilaian kesesuaian, perwakilan konsumen, dan pakar di bidang standardisasi.

Direncanakan Rakornas Standardisasi akan dibuka oleh Menko Perekonomian RI, Hatta Radjasa dilanjutkan dengan Keynote Speech dari Kepala Bappenas RI, Armida Alisjahbana dan Menristek RI, Gusti Muhammad Hatta.

Related posts