IHSG Diprediksi Berada di Zona Hijau

NERACA

Jakarta – Laju anomali yang diperlihatkan IHSG sehari sebelumnya tampaknya gagal mempertahankannya di jalur hijau. Tampak di akhir pekan, laju IHSG kembali mengalami pelemahan seiring dengan laju bursa saham Asia yang masih di zona merahnya.

Masih adanya transaksi nett sell asing yang dibarengi dengan kembali melemahnya nilai tukar Rupiah serta imbas pelemahan bursa saham global pasca masih beredarnya spekulasi percepatan tappering off The Fed membuat IHSG tidak kuasa menahan pelemahan yang terjadi. Selain itu, pelaku pasar juga menahan diri jelang rilis Rapat Dewan Gubernur BI pekan depan. Sepanjang perdagangan (8/11), IHSG menyentuh level tertinggi 4484,98 jelang preclosing dan menyentuh level terendah 4446,48 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4476,72. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Demikian mengutip analisa Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada, Minggu (10/11). Dia menyebutkan, pasca rebound sehari jelang akhir pekan, Rupiah kembali dihantam pelemahan. Padahal terdapat sentimen positif dari kenaikan kepemilikan obligasi oleh asing.“Akan tetapi, dengan dirilisnya kenaikan GDP dan penurunan klaim pengangguran AS membuat spekulasi nantinya The Fed akan mempertimbangkan untuk mempercepat tappering off stimulus The Fed sehingga pelaku pasar merespon negatif dan berimbas pada anjloknya Rupiah dan menutup sentimen positif tersebut”, jelas dia.

Selain itu, adanya rilis data-data positif AS tersebut memperlihatkan seolah-olah shutdown yang sempat terjadi tidak banyak berpengaruh. Rupiah di atas target support Rp11415. Rp11418-11390 (kurs tengah BI). Laju pelemahan bursa saham Asia masih berlanjut di akhir pekan. Apalagi setelah pelaku pasar merespon negatif rilis kenaikan GDP AS.

Begitupun dengan rilis klaim pengangguran AS yang juga menunjukkan penurunan turut menambah sentimen negatif. Dengan rilis data-data tersebut, menurut dia menimbulkan spekulasi bahwa tappering off stimulus The Fed akan dipercepat. Di sisi lain, adanya rilis positif kenaikan ekspor-impor dan trade balance Cina tertutupi oleh sentimen-sentimen negatif tersebut.

Pada perdagangan Senin (11/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4440-4460 dan resistance 4492-4498. Laju IHSG yang sempat berada diantara target support (4438-4457) dapat ditutup di atas target tersebut sehingga memberikan harapan positif akan terbukanya harapan dan peluang untuk rebound.

Dengan asumsi, laju IHSG mampu keluar dari batas atas garis tren pelemahan (4480-4485) maka diharapkan IHSG dapat kembali rebound. Pertimbangan saham-saham untuk perdagangan Senin (11/11) BMTR Spt1870-1910 Rst2000-2010|Three white soldier dekati MBB|Trd buy selama up1950 , CPIN Spt3700-3900 Rst4000-4075|Hammer lewati MBB|Trd buy selama up3950, INTP Spt19750-19950 Rst20350-20400|Hammer. (nurul)

Related posts