Pendapatan Mina Padi Turun 40,44%

PT Mina Padi Investama Tbk (PADI) mencatatkan penurunan pendapatan hingga 40,44% periode September 2013 menjadi Rp10,36 miliar dibandingkan pendapatan usaha tahun sebelumnya yang Rp17,39 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangannya di Jakarta kemarin.

Disebutkan, penyebab penurunan pendapatan tersebut adalah kenaikan beban usaha sekitar 40% menjadi Rp14,92 miliar dari beban usaha periode yang sama tahun lalu Rp10,94 miliar dan rugi usaha yang diderita perseroan mencapai Rp4,56 miliar dari laba usaha yang diperoleh pada periode sebelumnya Rp6,45 miliar.

Jumlah pendapatan lain-lain bersih turun jadi Rp3,11 miliar dari pendapatan lain-lain sebelumnya Rp3,80 miliar.Rugi sebelum pajak diderita Rp1,45 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp10,25 miliar. Sementara rugi bersih turun jadi Rp2,63 miliar dari laba bersih tahun sebelumnya yang Rp10,25 miliar. Total aset per September 2013 naik jadi Rp673,27 miliar dari total aset per Desember 2012 yang Rp413,92 miliar.

Hingga semester pertama 2013 perseroan masih menyimpan dana hasil penawaran umum (initial public offering/IPO) sebesar Rp2,55 miliar. Sisa dana tersebut disimpan perseroan pada bank dalam bentuk giro. Sebelumnya, PT Direktur Utama Mina Padi Investama Tbk Djoko Joelijanti menjelaskan bahwa sisa dana tersebut sudah termasuk pendapatan bunga, karena disimpan pada Bank CIMB Niaga dalam bentuk Giro.

Dia menambahkan, sampai dengan akhir semester pertama dana hasil IPO yang telah direalisasikan penggunaannya adalah sebesar Rp114,20 miliar, dimana pihaknya telah merealisasikannya untuk memperkuat struktur modal kerja, ekspansi & pembukaan cabang, pelunasan hutang serta pengembangan sistem IT.

Realisasi dana yang telah terpakai untuk memperkuat modal kerja, yakni sebesar Rp98,09 miliar, sedangkan untuk ekspansi dan pembukaan cabang sebesar Rp14,44 miliar, untuk pelunasan hutang sebesar Rp1,33 miliar dan pengembangan sistem IT sebesar Rp324,79 juta.

Sementara itu, perseroan sampai dengan akhir semester pertama 2013 juga telah berhasil mengkonversi waran sebanyak 143,53 juta lembar dengan nilai Rp64,59 miliar dari jumlah waran yang diterbitkan perseroan sebanyak 150 juta lembar. Dengan demikian perseroan hingga kini masih memiliki waran yang belum dikonversi menajdi saham sebanyak 6,46 juta lembar. (nurul)

Related posts