Hati-hati, Obat Palsu di Pasaran

NERACA

Jika membedakan mana obat asli mana obat aspal alias palsu memang sulit untuk membedakannya. Untuk itu salah satu cara mudah membedakan obat asli atau palsu adalah dari ada tidaknya tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada labelnya.

Lalu mengapa terkadang ditemukan obat yang tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa? "Semua obat harus ada tanggal kedaluwarsanya, kalau nggak ada itu bisa masuk kategori ilegal," tukas Dra A. Retno Tyas Utami, Apt, M.Epid., Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Tapi kalau resmi nggak ada expired-nya itu tidak ada ya, karena kan expired date itu secara otomatis akan langsung tercetak saat obat itu diproduksi," tambah Retno.

Farmasis jebolan Universitas Airlangga Surabaya itu pun memastikan jika ada produsen obat resmi yang tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa pada produk obatnya, tentu BPOM akan langsung menegur produsen tersebut. Untuk itulah setiap konsumen dituntut cerdas dalam memilih obat yang dikonsumsinya, terutama dalam hal mencermati label setiap kemasan obat. Jika tidak ada tanggal kadaluwarsanya, lebih baik dihindari atau tidak dibeli. Hal ini dirasa penting mengingat besarnya bahaya mengonsumsi obat rusak atau yang sudah memasuki tanggal kadaluwarsa.

"Obat setelah rusak struktur kimianya berubah dan bisa berdampak serius pada kesehatan. Karena obat sesungguhnya adalah racun, jadi kalau sudah rusak ya mereka bisa benar-benar jadi racun," tutur Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Drs M. Dani Pratomo, MM, Apt.

Obat disebut racun, lanjut Dani, karena harus dipakai sesuai dengan dosis yang tepat. Apabila dikonsumsi melebihi dosis yang ditentukan maka hal itu akan mempengaruhi sistem tubuh penggunanya, terlebih karena kerja organ ginjal yang melakukan sekresi makin berat sehingga pada akhirnya mengakibatkan ginjal menjadi rusak.

"Bahayanya pasti efek terapi obat tidak bisa bekerja dan bisa menimbulkan masalah kesehatan lainnya seperti komplikasi penyakit," imbuh Retno.

Kendati begitu, Dani juga memperingatkan meski kini segala jenis obat harus didaftarkan ke BPOM serta mencantumkan tanggal kedaluwarsanya, nyatanya ada juga obat palsu yang memiliki tanggal kedaluwarsa pada kemasannya.

Related posts