Bikin Anak Usaha, Kabelindo Setor Rp 1,4 Miliar

NERACA

Jakarta – PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) mendirikan anak usaha baru yang bergerak dalam bidang pembangunan, perdagangan dan industri yang berhubungan dengan alat-alat ketenagalistrikan dengan menyetor modal Rp1,4 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan melakukan penyetoran sebesar Rp1,4 miliar untuk penyertaan saham sebesar 70% ke anak usaha baru dengan nama PT Aruna Solar Indonesia (ASI). Kata Sekretaris Perusahaan PT Kabelindo Murni Tbk Surya A. Soepono, perseroan akan menyetorkan modal tersebut paling lambat tanggal 7 November 2013 setelah pendirian ASI disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tanggal 23 Oktober 2013.

PT Aruna Solar Indonesia (ASI) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembangunan, perdagangan dan industri yang berhubungan dengan alat-alat ketenagalistrikan, khususnya yang berhubungan dengan panel tenaga surya (solar panel).

Hingga September 2013 perseroan berhasil membukukan laba bersih turun 39,15% menjadi Rp8,84 miliar dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya Rp14,54 miliar. Pendapatan usaha naik jadi Rp741,07 miliar dari pendapatan usaha tahun sebelumnya Rp718,94 miliar dan laba kotor naik menjadi Rp71,25 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya yang Rp66,77 miliar.

Sementara, laba sebelum pajak turun menjadi Rp12,19 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp19,31 miliar. Total ekuitas per September 2013 mencapai Rp270,26 miliar naik dari total ekuitas per Desember 2012 yang Rp264,75 miliar. Total aset perseroan per September 2013 mencapai Rp661,29 miliar turun dari total per Desember 2012 yang Rp722,94 miliar.

Sementara itu, perseroan tengah berupaya meningkatkan kapasitas produksi sebagai langkah perusahaan untuk meningkatkan penetrasi pasar kabel di Indonesia. Realisasinya dengan membeli 7 mesin baru pembuat kabel tembaga. Perseroan akan menggunakan sebagian dana belanja modal (capital expenditure/capex) dari Rp23 miliar untuk membeli mesin tersebut. Dengan mesin baru ini akan membuat kapasitas produksi perusahaan terdongkrak. Diperkirakan kemampuan produksi akan naik sekitar 50% dari yang ada saat ini.

Sebelumnya, Direktur Manufaktur perseroan Wibowo menyatakan pihaknya memang harus menambah kapasitas produksi karena kapasitas terpasang di pabrik KBLM sudah mencapai 90%. sementara di saat yang sama, permintaan kabel terus tumbuh. Dengan adanya penambahan kemampuan produksi ini bertujuan mengimbangi pertumbuhan pasar.“Sejalan dengan hal itu, manajemen berharap kinerja perusahaan tahun ini bisa tumbuh signifikan”, ujarnya.

Perseroan menargetkan pendapatan bisa naik hingga 40% dibandingkan tahun lalu. Menurut dia, pertumbuhan pasar properti yang positif menjadi salah satu faktor pendorong kinerja perseroan. Dia memperkirakan pasar kabel listrik untuk properti dapat tumbuh di kisaran 10% pada tahun ini. (nurul)

Related posts