Askrindo Gandeng Kerjasama BPD Kalsel - Kembangkan KUR Online

NERACA

Jakarta – Dalam rangka memanfaatkan teknologi informasi (TI), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menggandeng kerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah(BPD) Kalimantan Selatan (Kalsel). Hal ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan penjaminan kredit usaha rakyat (KUR) yang bisa dilakukan secara online. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur Utama Askrindo, Antonius Chandra S. Napitupulu mengatakan, KUR online bertujuan untuk meningkatkan volume serapan plafon penjaminan KUR dari BPD Kalsel. “Perjanjian kerja sama pemanfataan TI untuk penjaminan KUR secara online tersebut merupakan peningkatan kerja sama dari penjaminan KUR dengan BPD Kalsel yang ditandatangani pada tahun 2010,” ujar Antonius.

Dia menjelaskan, selain itu kerjasama tersebut dilakukan agar membangun kemampuan cabang Askrindo Banjarmasin agar tercipta customer engagement dengan BPD Kalsel melalui pemberi layanan yang lebih cepat dan beberapa manfaatnya penerbitan sertifikat penjaminan KUR yang lebih cepat dari SLA yang telah ditetapkan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, total kinerja penjaminan KUR Askrindo dengan BPR Kalsel sejak tahun 2010 hingga Oktober 2013 telah menghasilkan jumlah debitur yang tercatat mencapai 597 dengan plafon penjaminan sebesar Rp69,92 miliar. “ Adapun nilai penjaminan KUR tercatat mencapai sebesar Rp49,3 miliar dengan IJP/ Premi yang didapatkan sebesar Rp4,97 miliar,” kata Antonius.

Sebelumnya hingga kuartal III-2013 Askrindo berhasil mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp292,8 miliar. Perolehan ini mencapai 83,6% dari target laba tahun ini sebesar Rp350 miliar. Antonius mengatakan, perolehan laba ini dari pendapatan underwriting yang mencapai Rp874,4 miliar hingga September tahun ini. “Hasil underwriting ini telah melampaui target yang ditetapkan pada tahun ini sebesar Rp857 miliar,” ucap Antonius.

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan, perolehan laba juga didukung dari perolehan hasil investasi. Hingga september tahun 2013, hasil investasi berhasil melampaui angka Rp184,8 miliar atau sekitar 80,9% dari target perusahaan pada 2013 sebesar Rp228,4 miliar.Sedangkan untuk peningkatan laba ini, diikuti juga oleh peningkatan premi bruto. “Untuk periode Januari hingga September 2013 premi bruto Askrindo mencapai Rp1,1 triliiun atau tumbuh sebesar 96% dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp542,9 miliar,” jelas dia.

Menurut Antonius, perolehan premi tersebut terbagi menjadi premi komersial dan premi penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Untuk perolehan premi KUR sebesar Rp553,99 miliar atau meningkat sebanyak 104% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp270,9 miliar. “Sementara untuk perolehan premi komersial sebesar Rp510,7 miliar atau meningkat 87% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp272 miliar,” imbuh dia

Sementara realisasi perolehan pendapatan underwriting hingga September 2013 sebesar Rp874,4 miliar atau telah melampaui target yang ditetapkan pada 2013 sebesar Rp857 miliar atau telah mencapai 102%. (sylke)

Related posts