Bangun PLTP 28 MW, Semen Indonesia Gandeng Jepang

NERACA

Jakarta-PT Semen Indonesia (Persero) tengah fokus melakukan pengembangan usaha di bidang pembangkit listrik. Perseroan akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berkapasitas 26-28 megawatt di Tuban, Jawa Timur pada tahun depan.

Direktur Utama PT Semen Indonesia, Dwi Soetjipto mengatakan, pengembangan usaha ini dilakukan untuk mendukung kebutuhan listrik pabrik semen di lokasi tersebut. Dalam pengerjaannya, perseroan akan menggandeng perusahaan Jepang. “Kami sudah vice minister menteri Jepang untuk proyek ini dan beliau sangat mensupport.” katanya di Nusa Dua Bali, kemarin.

Menurut dia, saat ini pihaknya tengah melakukan proses finalisasi sehingga ditargetkan dapat diimplementasikan pada tahun depan. Selain pengembangun pembangkit listrik tenaga panas bumi, kerja sama yang juga akan dilakukan perseroan dengan pihak Jepang antara lain penyediaan pembangkit listrik dengan memanfaatkan gas yang dihasilkan dari limbah atau sampah.

Rencananya, pengembangan pembangkit ini akan dilakukan di Gresik, Jawa Timur. “Kita akan di-support pemerintahan Jepang terkait program-program lingkungan alam dan sosial. Kemungkinan ada dua project yang akan kita kembangkan, yaitu panas bumi menjadi listrik dan penanganan limbah menjadi energi.” jelasnya.

Namun, kata dia, dari kedua proyek tersebut, pihaknya akan lebih mendahulukan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di Tuban. Sayangnya, saat dikonfirmasi Dwi enggan menyebut besaran investasi terkait proyek tersebut, “Pendanaan belum ya nanti masih dibicarakan,” ujarnya.

Laba Tumbuh 15,04%

Sementara terkait kinerja perseroan di kuartal ketiga 2013, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) tercatat memperoleh laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,9 triliun atau tumbuh 15,04% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,39 triliun. Kenaikan laba tersebut antara lain ditopang oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 27,3% menjadi Rp17,39 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp13,66 triliun.

Pihak manajemen mencatat, hingga September 2013, perseroan mencatatkan kenaikan penjualan semen 15,6%, atau menjadi 18,50 juta ton dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp16 juta ton. Peningkatan penjualan perseroan menjadi 18,50 juta ton hingga September ini didukung dengan peningkatan market share domestik menjadi 43,8% dari tahun lalu sebesar 40,9%.“Hingga September 2013, penjualan domestik meningkat 14,3% menjadi 18,23 juta ton, mengungguli pertumbuhan penjualan pasar domestik sebesar 5,3%.” ucapnya.

Sementara untuk penjualan ekspor, menurut dia, meningkat secara signifikan sebesar 485% menjadi 268,93 ribu ton dibanding tahun 2012 sebesar 45,95 ribu ton. Selain meningkatnya market share, Dwi juga menyebutkan, kenaikan ini didukung beroperasinya dua pabrik semen perseroan. “Peningkatan penjualan semen yang melampaui pertumbuhan industri juga didukung beroperasinya Pabrik Tuban IV dan Tonasa V.” imbuhnya.

Meski demikian, pada periode ini beban pokok pendapatan juga meningkat sebesar Rp2,29 triliun atau setara 31,5% menjadi Rp9,55 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,26 triliun. Selain itu, beban operasi meningkat menjadi Rp2,74 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,13 triliun, yang dikontribusi dari meningkatnya beban penjualan menjadi Rp1,59 triliun dari Rp1,21 triliun serta beban umum dan administrasi menjadi Rp1,21 triliun dari Rp979,1 miliar. Total aset yang dicatatkan perseroan pada periode ini tercatat menjadi Rp27,77 triliun dari jumlah aset tahun lalu sebesar Rp26,58 triliun. (lia)

Related posts