PGN Meraup Berkah Dari Penguatan Dolar - Untung Selisih Kurs US$ 58 Juta

NERACA

Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyatakan kondisi ekonomi global mempengaruhi kinerja keuangan perseroan yaitu adanya penguatan nilai tukar mata uang dolar Amerika (AS) yang berpengaruh terhadap pendapatan selisih kurs perseroan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan, selisih kurs yang didapatkan berasal dari translasi aset dan kewajiban dalam mata uang Yen ke dolar dan transaksi dari kegiatan usaha perseroan dalam mata uang asing. Kata Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk, Heri Yusup, pelemahan mata uang asing terhadap mata uang dolar memberikan keuntungan selisih kurs (neto) sebesar US$58 juta, “Dengan meningkatnya kinerja pendapatan usaha perseroan dan pengaruh pergerakan mata uang asing, pihaknya mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk periode sembilan bulan 2013 sebesar US$642 juta,”ujarnya.

Dia menuturkan, ditengah berbagai upaya pengembangan bisnis, perseroan tetap fokus untuk memperkuat bisnis distribusi dan transmisi gas di Indonesia. Pasalnya, integrasi antara bisnis distribusi dan transmisi diperlukan agar mempercepat dan memperluas pembangunan infrastruktur jaringan transmisi dan distribusi gas di Indonesia.

Asal tahu saja, pada kuartal ketiga tahun ini, perseroan mulai mengoperasikan fasilitas Mobile Refueling Unit untuk sektor transportasi, melanjutkan pembangunan LNG terminal Lampung yang telah memasuki tahap penyelesaian lambung kapal FSRU di bulan Juli 2013 dan mendapatkan alokasi LNG kargo dari Tangguh untuk pelanggan domestik.“Dengan pemanfaatan pasokan LNG dan penyelesaian kegiatan maintenance pada fasilitas pemasok, PGN memperkirakan perbaikan volume pasokan gas mulai Oktober 2013”, ujarnya.

Perseroan mencatatkan laba bruto sebesar US$1,04 miliar serta laba operasi sebesar US$697,59 juta. Sementara EBITDA sebesar US$836,04 juta dan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 3% menjadi US$641,61 juta dari US$621,28 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Perseroan juga membukukan pendapatan bersih sebesar US$2,20 miliar pada kuartal ketiga 2013 atau naik 20% dari periode yang sama tahun 2012 US$1,83 miliar. Sementara, adanya kenaikan harga beli gas dari pemasok mulai 1 September 2012 dan 1 April 2013 mempengaruhi kenaikan beban pokok pendapatan di periode sembilan bulan 2013 sebesar 54% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk Hendi Prio Santoso menegaskan bahwa tujuan utama seluruh kegiatan usaha yang dilakukan oleh pihaknya adalah untuk meningkatkan pemanfaatan gas di dalam negeri bukan lagi ekspor seperti yang dilakukan selama ini.“Itu sebabnya selain pendanaan yang diperoleh dari pemerintah, kami harus mengundang investor untuk membantu pendanaan pembangunan infrastruktur pipa gas SSWJ”, katanya.

Selain itu, dia menegaskan bahwa kegiatan usaha dan ekspansi bisnis perseroan semestinya dilihat secara makro dan komprehensif. “Pembangunan infrastruktur pipa gas membutuhkan dana yang besar, namun hasilnya memberikan efek multiplier bagi pembangunan ekonomi Indonesia. Industri dapat memanfaatkan gas dengan harga yang kompetitif dibandingkan dengan harga HSD (diesel),”tandasnya. (nurul)

Related posts