Jasa Marga Raih Pendapatan Rp 4,47 Triliun - Volume Transaksi 931,50 juta kendaraan

NERACA

Jakarta – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) membukukan pendapatan usaha (diluar pendapatan konstruksi) mencapai Rp4,47 triliun dengan volume transaksi sebesar 931,50 juta kendaraan hingga kuartal ketiga 2013. Pendapatan usaha tersebut meningkat sebesar 6% dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 4,23 triliun.

Dari jumlah pendapatan usaha ini, pendapatan tol meningkat 3,45% dari Rp4,08 triliun menjadi Rp4,22 triliun pada kuartal ketiga tahun 2013. Sementara pendapatan usaha lainnya mengalami peningkatan cukup signifikan mencapai 70% atau menjadi Rp258 miliar dari Rp148 miliar.“Selama triwulan ketiga 2013 terjadi peningkatan aktivitas investasi yang sangat besar.Hal ini terlihat dari meningkatnya pendapatan konstruksi dari Rp1,16 triliun pada triwulan ketiga 2012 menjadi Rp2,6 triliun pada triwulan ketiga 2013”, ujar Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Tbk David Wijayatno dalam keterangan tertulis perseroan, Kamis (31/10).

Dia menambahkan, peningkatan ini menggambarkan keberhasilan perseroan dalam menyelesaikan pembangunan ruas Tol Bali Mandara yang dioperasikan pada awal Oktober, serta finalisasi konstruksi dari 2 ruas jalan tol baru yaitu Seksi Ungaran-Bawen (Ruas Semarang-Solo) dan Seksi Kebon Jeruk-Ciledug(Ruas tol JORR W2 Utara).“Konstruksi dari kedua ruas tersebut diharapkan akan selesai pada akhir tahun 2013. Secara keseluruhan, pendapatan usaha perseroan pada periode ini adalah Rp7,07 triliun atau meningkat 31,2% dari tahun lalu Rp5,39 triliun”, jelas dia.

Sementara itu, menghadapi tantangan pertumbuhan lalu lintas yang lebih tinggi dibanding dengan pertumbuhan panjang jalan tol, perseroan melakukan berbagai upaya peningkatan pelayanan lalu lintas, khususnya dengan mengoperasikan secara maksimal seluruh gardu pada ruas-ruas utama diwilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bandung.

Konsekuensi dari peningkatan pelayanan lalu lintas ini, adalah meningkatnya beban operasi termasuk didalamnya peningkatan jumlah SDM. Selain faktor diatas, penyesuaian UMR dan BBM turut mempengaruhi struktur biaya perseroan. Sehingga total beban usaha pada kuartal ketiga 2013 mencapai Rp2,77 triliun (diluar Beban Konstruksi) atau naik 17% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Selain pendapatan tersebut, terdapat extra ordinary income pada tahun 2012 yaitu realisasi keuntungan penjualan aset senilai Rp146 miliar, sehingga laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk adalah Rp1,02 triliun atau turun15,7% dari periode yang sama tahun lalu Rp 1,21 triliun. Sementara, peningkatan aset sebesar 27% kuartal ketiga 2013.“Untuk mempercepat waktu transaksi, pada kuartal ketiga 2013 ini, perseroan meningkatkan kapasitas transaksi dengan menambah jumlah gardu tol operasi menjadi 922 gardu (termasuk 74 Gardu Tol Otomatis) dari tahun lalu sebesar 885 gardu (termasuk 50 Gardu Tol Otomatis)”, tambahnya.

Sementara itu, di bidang konstruksi perseroan telah melakukan kegiatan peningkatan kapasitas jalan (pelebaran) pada kuartal ini yaitu penambahan lajur Ruas Pasteur-Kopo Jalur B sepanjang sekitar 8,85 km (KM 127+200 s.d. KM 136+050) pada Jalan Tol Padalarang-Cileunyi dan penambahan kapasitas jalan Ruas Cibinong-Sentul Selatan (dua arah) dari KM 27+500 s.d. KM 37+000 pada Jalan Tol Jagorawi. (nurul)

Related posts