Gelorakan Pengenalan Aksara Sunda Kaganga - Sejumlah Budayawan Akan Gelar Workshop

NERACA

Pada akhir Abad XX mulai timbul kesadaran akan adanya sebuah Aksara Sunda yang merupakan identitas khas masyarakat Sunda. Oleh karena itu Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menetapkan Perda No. 6 tahun 1996 tentang Pelestarian, Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra, dan Aksara Sunda yang kelak digantikan oleh Perda No. 5 tahun 2003 tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah.

Aksara Sunda telah disosialisasikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang di Bogor ditandai dengan pemasangan aksara Sunda Kaganga sebagai papan nama jalan di sejumlah jalan protokol di Bogor. Sunda Kaganga atau huruf sunda lama (buhun) terdiri dari 32 huruf, yang dibangun oleh 7 huruf vokal mandiri dan 25 huruf konsonan (ngalegena).

"Tapi aksara Sunda Kagangan belum secara luas dikenal oleh masyarakat Jawa Barat," ujar Dadang HP, tokoh Sunda kota Bogor.

Untuk itu, lanjut dia, sejumlah tokoh dan budayawan kota Bogor berupaya melestarikan aksara Sunda Kaganga dengan memperkenalkannya di sekolah dasar (SD).

"Kami akan menggelar workshop Aksara Sunda Kaganga dengan melibatkan sekolah dasar di seluruh kota Bogor," kata dia

Pelatihan ini, lanjut Dadang, akan dilaksanakan pada Desember mendatang. Dalam wokrshop, para guru dan kepala sekolah yang menjadi peserta akan diperkenalkan Aksara Sunda Kaganga. Para peserta dibantu untuk memahami cara penulisan Aksara Sunda Kaganga agar dapat diajarkan kembali kepada para anak didiknya.

Menurut Dadang, ada beberapa kepala sekolah di sejumlah SD dan guru bahasa Sunda belum pernah mendengar aksara Sunda yang diadopsi dari prasasti Kawali tersebut.

“Mereka lebih mengenal Hanacarakan atau Cacarakan yang asalnya dari aksara Jawa," imbuh dia.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fetty Qondrsyah menyatakan siap mendukung kegiatan yang digagas oleh para budayawan tersebut.

"Pada prinsipnya Dinas Pendidikan mendukung setiap kegiatan yang memajukan pendidikan di Kota Bogor. Kami siap mendukung kegiatan ini," ujar dia.

Rencana pelaksanaan workshop Bahasa Sunda ini mendapat sambutan dari sejumlah kepala SD. Menurut mereka, program tersebut sebagai salah satu upaya pelestarian budaya bangsa.

"Insya Allah kami siap mendukung program pelatihan Aksara Sunda ini dengan sepenuh hati dan tentu saja kami akan mengirimkan guru untuk ikut pelatihan," ujar Kepala SD Negeri Margajaya I, Moch Hamzen.

Hal senada juga disampaikan Kepala Sekolah SDN Margajaya II, Komariah yang langsung menindaklanjuti kegiatan tersebut dengan menerapkan Aksara Sunda Kaganga pada papan nama-nama kelas di sekolahnya.

Related posts