Kinerja Bukit Asam Masih Tertekan

Laba Bersih Turun 43,6%

Kamis, 31/10/2013

NERACA

Jakarta-PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan laba bersih Rp1,24 triliun pada kuartal ketiga 2013, turun 43,6% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,2 triliun. Sementara pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp 8,12 triliun, turun 6,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 8,72 triliun. Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (30/10).

Disebutkan, net profit margin yang dicatatkan perseroan turun menjadi 15,3% dari sebelumnya yang mencapai 25,23%. Meski demikian, penjualan yang dicatatkan perseroan pada kuartal ketiga tahun ini mengalami kenaikan sebesar 17% menjadi 13,24 juta ton, dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 11,36 juta ton.

Tercatat, untuk pasar ekspor perseroan menjual 7,02 ton, dan 6,22 juta ton sisanya untuk memenuhi permintaan pasar domestik. Namun, pada periode ini perseroan mencatatkan beban pokok pendapatan menjadi Rp 5,74 triliun, naik 19,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4,8 triliun. Akibatnya, laba kotor perseroan turun 50,4% menjadi Rp 2,38 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4,8 triliun.

Asal tahu saja, pada tahun ini perseroan menargetkan dapat melakukan penjualan sebanyak 20,68 juta ton batu bara. Menyiasati volatilitas batubara, perseroan akan mengoptimalkan kegiatan produksi, distribusi, hingga penjualan. Salah satunya meningkatkan volume angkutan batu bara dari Tanjung Enim menuju Pelabuhan Tarahan, Bandar Lampung, serta Dermaga Kertapati di Palembang, Sumatera Selatan.

Perseroan tengah menjajaki proyek gasifikasi batu bara (Coal Bed Metan/CBN) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Pihak manajemen menyebutkan, wilayah pertambangan di Tanjung Enim memiliki cadangan CBM sebesar 0,8 Triliun Cubik Fet (Tcf). Targetnya, pada tahun depan sudah mulai berproduksi dengan kapasitas 40 juta kaki kubik per hari (Mmscfd) atau setara 200 Mega watt (Mw) bahan bakar untuk pembangkit. “Saat ini ada tiga sumur yang sedang tahap pemboran dan memasuki tahap penyelesaian sumur produksi percontohan ke 4,” kata Direktur Utama PT Bukit Asam, Milawarma.

Menurut dia, saat ini PTBA melalui konsorsium PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) sedang mempersiapkan pembangunan angkutan batubara dengan kereta api dari lokasi tambang di Tanjung Enim Sumatera Selatan menuju pelabuhan di provinsi Lampung dengan kapasitas 25 juta ton per tahun. “Proyek transportasi batubara oleh PT BATR ini terintegrasi dengan tambang batubara di Tanjung Enim, pembangunan jalur kereta api, dan pembangunan pelabuhan batubara di provinsi Lampung.” ucapnya.

Untuk mendukung pengembangan proyek ini, perseroan disebut sebut menjalin kerja sama dengan perusahaan Amerika Serikat, General Electric International Operations Company Inc (GE). Salah satu untuk proyek yang berkaitan dengan sistem dan bidang transportasi batubara. “Dalam hal ini perseroan mengharapkan dukungan GE untuk keandalan sistem maupun sarana prasarana transportasi batubara yang dikembangkan perseroan.” jelas Sekretaris Perusahaan PTBA, Joko Pramono. (lia)