​Laba WOM Finance Capai Rp 59,9 Miliar

Rabu, 30/10/2013

NERACA

Jakarta - PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOM), atau anak usaha PT Bank Internasional Indonesia (BII) per September 2013, berhasil mencatatkan laba bersih setelah pajak (stand alone) sebesar Rp59,9 miliar.

Sejauh ini, menurut Pjs. Presiden Direktur BII, Thila Nadason kinerja WOM cukup baik. Dia menjelaskan, bahkan untuk penyaluran pembiayaan yang dilakukan selalu mengedepankan asas kehati-hatian dan selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas penyaluran pembiayaan,”Kualitas aset dari pembiayaan roda dua pada WOM juga terus mengalami perbaikan dengan non performing loan (NPL) net membaik menjadi 1,57% dari 1,67%,” kata Thila dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (29/10).

Sementara NPL net dari pembiayaan roda empat BII Finance terjaga rendah di level 0,09%. Thila mengatakan, kedepannya, perseroan memastikan agar tetap berada dijalur yang tepat. “Melihat hasil yang telah dicapai hingga kini, kami optimis akan bisa menutup tahun 2013 ini dengan profitabilitas dan pertumbuhan bisnis yang telah ditetapkan,” jelas dia.

Pembiayaan kendaraan roda dua melalui WOM (konsolidasian) pada sembilan bulan pertama 2013 tercatat Rp8,6 triliun dibandingkan Rp9,3 triliun pada sembilan bulan pertama 2012.

Sedangkan, total pembiayaan kendaraan roda empat (konsolidasian) melalu BII Finance naik 50% per September 2013 dari Rp5,8 triliun per September 2012 menjadi Rp8,6 triliun per September 2013.“Hal ini berkatian dengan keputusan BII untuk menyeimbangkan portofolio pembiayaan roda empat dan roda dua pada semester pertama 2013″, kata Thila.

Sebelumnya, BII berhasil memperoleh laba bersih sebesar Rp1,1 triliun dalam sembilan bulan pertama atau yang berakhir pada 30 September 2013 atau naik sebesar 19% dibandingkan periode sama pada 2012. "Ini merupakan kali pertama BII membukukan laba di atas Rp1 triliun untuk kinerja sembilan bulanan," kata Thila.

Thila mengatakan laba tersebut setelah pajak dan kepentingan non-pengendali (PATAMI). Dia menyebutkan laba sebelum pajak bank juga meningkat 22% mencapai Rp1,6 triliun dibandingkan Rp1,3 triliun pada posisi yang sama 2012."Peningkatan kinerja terutama didukung oleh pertumbuhan yang solid pada semua bisnis inti bank, pertumbuhan yang kuat pada simpanan nasabah, perbaikan siginifikan pada profitabilitas anak perusahaan bank, dan peningkatan berkelanjutan dari keseluruhan proses operasional bank," katanya.

Peningkatan juga terlihat pada simpanan nasabah, yakni sebesar 21% atau mencapai Rp96,5 triliun pada sembilan bulan pertama 2013 dari Rp79,8 triliun pada sembilan bulan pertama 2012 dengan pertumbuhan terkuat pada porsi tabungan sebesar 35%, Giro naik 21% dan deposito berjangka tumbuh 16%."Kenaikan pada porsi dana murah didukung oleh peningkatan produktivitas cabang di mana tim sales kami berhasil mengoptimalkan 'cross sell' dan menggunakan basis nasabah yang ada selain juga menjaring nasabah-nasabah baru,”ujarnya. (sylke)