Antam Siap Ekspor Bauksit ke Jepang

Operasikan Pabrik CGA Semester II 2014

Rabu, 30/10/2013

NERACA

Jakarta-PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) mengaku pabrik pengolahan bijih bauksit menjadi produk Chemical Grade Alumina (CGA) yang berlokasi di Tayan, Kalimantan Barat siap dioperasikan secara komersial pada semester kedua tahun depan. Pihaknya telah memulai commissioning tiga bulan lebih awal dari contractual schedule.

Direktur Utama ANTAM Tato Miraza mengatakan, konstruksi pabrik CGA Tayan telah berjalan sejak tanggal 11 April 2011 dan akan mengolah cadangan bauksit ANTAM untuk memproduksi 300 ribu ton CGA per tahun dengan mengolah 850.000 wmt bijih bauksit tercuci per tahun. “Komoditas CGA Tayan selanjutnya akan diekspor ke Jepang dan negara-negara lainnya, serta dijual untuk pasar domestik Indonesia.” katanya di Jakarta, Selasa (29/10).

Jika Smelter Grade Alumina (SGA) digunakan untuk pembuatan logam aluminum, sambung dia, produk CGA yang diproduksi PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) akan diaplikasikan untuk memproduksi bahan pendukung komponen fungsional dan komponen elektronik di antaranya refractories, abrasives, produk bangunan, Integrated Circuit (IC), bahan untuk LCD screen dan lain-lain.

PT ICA, kata dia, juga telah mengirimkan lebih dari 50 orang personil ke pabrik CGA milik Showa Denko K.K. di Yokohama, Jepang dan negara lain seperti Jerman dan China untuk melakukan on the job training serta knowledge transfer. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan pengoperasian pabrik CGA Tayan berjalan dengan baik, dan telah dilakukan sejak 2012 lalu.

Menurut dia, proyek CGA Tayan membuka kesempatan kerja sebanyak kurang lebih 500 orang untuk pengoperasian pabrik. Selain itu, pihaknya juga meyakini akan muncul multiplier efect baik yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan pengoperasian pabrik pengolahan CGA Tayan sehingga akan berdampak positif, terutama bagi pertumbuhan perekonomian di wilayah Tayan dan sekitarnya.

Sekadar informasi, pabrik pengolahan CGA Tayan dikembangkan oleh PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) yang merupakan perusahaan patungan antara ANTM dengan Showa Denko K.K. (SDK) Jepang. ANTM memiliki 80% saham PT ICA dengan sisa kepemilikan 20% saham dipegang oleh SDK. Pendanaan proyek berasal dari internal ANTM dan SDK, pinjaman dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) serta Mizuho Bank Ltd. dan Sumitomo Trust and Banking Ltd.

Dalam pengembangan usaha tahun ini, manajemen perseroan sebelumnya mengaku akan segera merealisasikan untuk melakukan kegiatan eksplorasi di Myanmar. Sebagai tahap awal, perseroan akan fokus pada komoditas tambang emas. Tercatat, jumlah cadangan dan sumber daya emas perseroan per akhir Juni 2013 tercatat sebesar 9,5 juta dry metric ton (dmt), naik 5% dibandingkan jumlah cadangan dan sumber daya emas pada akhir tahun 2012 yang mencapai 9,0 juta dmt.

Selain memproses izin eksplorasi di Myanmar, perseroan juga tengah mengajukan ijin pinjam pakai kawasan hutan untuk dapat meneruskan kegiatan eksplorasi emas di wilayah pegunungan Bintang, Papua. (lia)