Musim Laporan Keuangan, IHSG Bergerak Menguat

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup menguat tipis 9,692 poin (0,21%) ke level 4.590,538. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 1,046 poin (0,14%) ke level 772,819. Indeks BEI berjalan sepi dan belum marak investor lakukan aksi beli. Padahal kala itu, banyak sentimen positif dari pasar global.

Analis Kresna Graha Sekurindo, Etta Rusdiana mengatakan, penguatan IHSG BEI cenderung terbatas, tertahan aksi ambil untung pada saham perbankan seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang melemah 1,2%, dan Bank Mandiri (BMRI) 1,1%. Selain itu Astra International (ASII) tertekan 1,5%, “IHSG mampu bertahan di level positif didorong oleh penguatan Telekomunikasi Indonesia (TLKM) menguat 4,6%, Lippo Karawaci (LPKR) naik 8,6% dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) menguat 1,5%,”ujarnya di Jakarta, Senin (28/10).

Dirinya menuturkan, tekanan pada IHSG masih bersifat ambil untung mengingat sentimen di pasar masih cukup kondusif. Dari sisi global, Etta Rusdiana Putra menambahkan sentimen cukup kondusif dimana laba industri China masih tumbuh 13,5% secara "year on year,”Sentimen domestik dan global yang cukup kondusif itu diperkirakan mampu menahan tekanan di IHSG dan kami perkirakan indeks BEI Selasa bergerak di kisaran 4.540--4.620 poin,”ungkapnya.

Pada perdagangan kemarin, aksi ambil untung terjadi di saham-saham berbasis komoditas. Indeks sektoral di lantai bursa pun mixed. Posisi indeks yang sudah naik cukup tinggi jadi alasan untuk profit taking. Enam sektor pun melemah, dipimpin oleh sektor aneka industri dan agrikultur. Indeks berhasil bertahan di zona hijau berkat lonjakan sektor konstruksi dan infrastruktur.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 121.759 kali pada volume 3,958 miliar lembar saham senilai Rp 4,601 triliun. Sebanyak 136 saham naik, sisanya 100 saham turun, dan 112 saham stagnan. Bursa-bursa regional kompak menguat menutup perdagangan awal pekan. Bursa saham Jepang melonjak paling tinggi dengan penguatan lebih dari dua persen.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 750 ke Rp 29.900, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 650 ke Rp 38.100, United Tractor (UNTR) naik Rp 350 ke Rp 18.000, dan Surya Toto (TOTO) naik Rp 300 ke Rp 7.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 550 ke Rp 19.950, SMART (SMAR) turun Rp 500 ke Rp 6.100, Nipress (NIPS) turun Rp 500 ke Rp 9.300, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 13.150.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 9,737 poin (0,21%) ke level 4.590,583. Sementara Indeks LQ45 naik 0,745 poin (0,10%) ke level 772,518. Aksi ambil untung menghambat penguatan IHSG. Aksi ini terjadi di saham-saham berbasis komoditas. Indeks sektoral di lantai bursa pun mixed. Posisi indeks yang sudah naik cukup tinggi jadi asalan untuk profit taking.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 68.892 kali pada volume 2,174 miliar lembar saham senilai Rp 2,412 triliun. Sebanyak 135 saham naik, sisanya 78 saham turun, dan 97 saham stagnan. Bursa saham China jatuh ke zona merah pada sesi pertama dan membuat pergerakan bursa-bursa regional jadi variatif. Padahal diawal perdagangan, bursa regional masih kompak menguat.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 700 ke Rp 29.850, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 300 ke Rp 11.500, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 250 ke Rp 31.750, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 200 ke Rp 17.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain SMART (SMAR) turun Rp 500 ke Rp 6.100, Nipress (NIPS) turun Rp 300 ke Rp 9.500, Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 20.200, dan Fast Food (FAST) turun Rp 250 ke Rp 2.150.

Pada awal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 13,16 poin atau 0,29% menjadi 4.594,01. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 4,49 poin (0,58%) ke level 776,27. Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, kembali menguatnya bursa saham di kawasan Asia mendorong indeks BEI berada di area positif,”Selama IHSG tidak langsung dimanfaatkan untuk aksi ambil untung secara masif, maka bursa saham domestik masih ada peluang melanjutkan kenaikan," katanya.

Dirinya memperkirakan pada perdagangan Senin (28/10), IHSG akan bergerak pada kisaran 4.569--4.615 poin. Beberapa saham yang dapat dipertimbangkan diantaranya AKR Corporindo (AKRA), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), Ciputra Surya (CTRS), Ultra Jaya Milk Industry & Trading Compa (ULTJ).

Sementara itu, Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa dari dalam negeri, stabilnya nilai tukar rupiah memberikan sentimen positif bagi pergerakan indeks BEI. Namun, di sisi lain investor juga masih mencermati data laporan keuangan kuartal ketiga emiten dan data inflasi yang akan dipublikasikan akhir pekan ini.

Oleh karena itu, IHSG awal pekan ini diperkirakan masih berpotensi bergerak mixed to up dengan kisaran pada level batas bawah di 4.564 poin dan batas atas 4.600--4.620 poin. Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 105,82 poin (0,47%) ke level 22.804,16, indeks Nikkei-225 naik 162,97 poin (1,16%) ke level 14.251,16, dan Straits Times menguat 11,28 poin (0,35%) ke posisi 3.216,52. (bani)

BERITA TERKAIT

KELAS BERGERAK

Direktur PT Blue Bird Tbk Sigit Priawan Djokosoetono (tengah) bersama Presiden Direktur English First (EF) Lars Berg (kanan) dan Direktur…

Perdana Dibuka Menguat 49,6% - Inocyle Technology Bidik Laba Tumbuh 80%

NERACA Jakarta –Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) dibuka menguat dengan mengalami kenaikan…

Saham Perdana LIFE Dibuka Menguat 2,89%

NERACA Jakarta –Debut perdan di pasar modal, perdagangan saham PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) Selasa (9/7) dibuka naik…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Menjawab Tantangan IKM From Zero To Hero

Pesatnya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia memacu geliat pertumbuhan industri e-commerce terus berkembang pesat. Berdasarkan prediksi McKinsey, penetrasi belanja online…

Penjelasan Belum Memuaskan - BEI Pastikan Suspensi KIJA Masih Berlanjut

NERACA Jakarta – Meskipun PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sudah memberikan penjelasan terkait potensi gagal bayar atau default atas…

Rajawali Nusindo Buka Gudang Baru di Solo

Dalam rangka peningkatan omzet dan kinerja operasional, PT Rajawali Nusindo sebagai anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang bergerak…