United Tractors Suntik Modal Anak Usaha

Dinilai lebih menguntungkan, PT United Tractors Tbk (UNTR) menyuntikkan modal anak usahanya, PT Andalan Multi Kencana (AMK), anak perusahaan yang 75% dari seluruh sahamnya dimiliki perseroan. Keduanya menandatangani perjanjian pinjaman pemegang saham pada 23 Oktober 2013. Dalam perjanjian tersebut, manajemen perseroan menyetujui untuk memberikan pinjaman sebesar US$5 juta kepada AMK untuk keperluan modal kerja.

Untuk pinjaman yang diberikan perseroan kepada AMK ini memiliki tingkat suku bunga SIBOR +2,5% dan bersifat revolving loan. “Secara bisnis, bagi UT akan lebih menguntungkan apabila AMK mendapatkan pinjaman ini dibandingkan bila UT harus menyimpan dana kasnya di bank dengan rate deposito bank pada saat ini.” jelas Sekretaris Perusahaan UNTR, Sara K. Loebis dalam keterangan resminya ini di Jakarta, pekan kemarin.

Pihaknya menegaskan, transaksi ini tidak termasuk sebagai transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam peraturan IX.E.I. Oleh karena itu, tidak diperlukan persetujuan pemegang saham independen. Selain itu, juga tidak termasuk transaksi material sebagaimana peraturan IX.E.2 mengenai transaksi dan perubahan kegiatan usaha utama.

Untuk kinerjanya di tahun ini, manajemen UNTR sebelum mengaku masih optimistis dengan target penjualan alat berat 5.000 unit. Pihak manajemen mencatat, sejauh ini permintaan lebih banyak di konstruksi dan perkebunan. Namun, saat ini persaingan usaha semakin kompetitif karena banyak juga pihak lain yang menawarkan produk tipe kecil untuk sektor konstruksi. “Kompetisi semakin ketat di penjualan alat berat khususnya non sektor pertambangan.” Ucapnya.

Tidak hanya bisnis yang semakin kompetitif, sektor pertambangan diakui juga tengah mengalami perlambatan. Meski demikian, perseroan mengharapkan penjualan batu bara sekitar 4-4,5 juta ton dapat tercapai, di mana hingga semester pertama tahun ini, pihaknya mencatat penjualan batu bara sekitar 2,1 juta ton.

Sementara dalam pengembangan di sektor batubara ini, perseroan masih akan mempertimbangkan rencana akuisisi tambang batu bara. “Kami ingin menemukan spesifik tambang batu bara yang diinginkan dan sangat hati-hati mempertimbangkan resiko,” jelasnya.

Untuk informasi, perseroan mencatatkan penjualan alat berat hingga semester pertama 2013 sebanyak 2.452 unit atau turun 42,04% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 4.231 unit. Dari pencapaian tersebut, perseroan mencatatkan pangsa pasar penjualan alat berat semester pertama ini mencapai 41%. (lia)

BERITA TERKAIT

DJP TERIMA DATA DARI SWISS PADA SEPTEMBER 2019 - KPK: Pasar Modal Rentan Kegiatan TPPU

Jakarta-Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengungkapkan, pasar modal merupakan salah satu sektor yang rentan terhadap tindak pidana pencucian uang (TPPU).…

Geliat Bisnis Investasi - PII Agresif Sertakan Saham di Anak Usaha IPC

NERACA Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia Investama (PII) yang merupakan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC, sampai…

Wali Kota Depok Dorong Pelaku Usaha Terus Berinovasi

Wali Kota Depok Dorong Pelaku Usaha Terus Berinovasi NERACA Depok - Wali Kota Depok Mohammad Idris mendorong para pelaku usaha…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Industri di Papua Berpeluang Go Public

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jayapura berupaya mendorong pelaku industri di Papua untuk mengakses permodalan dari pasar modal untuk…

Restrukturisasi TAXI Disetujui Investor

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang obligasi (RUPO) PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI), para pemegang obligasi akhirnya menyetujui paket restrukturisasi…

Bidik Generasi Milenial - Chubb Life Luncurkan Platform Digital

NERACA Jakarta – Penetrasi pasar asuransi di Indonesia, PT Chubb Life Insurance Indonesia (Chubb Life) meluncurkan platform online bernama Chubb…