SMF Bukukan Pembiayaan Rp 5,66 Triliun

Senin, 28/10/2013

NERACA

Banten - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) membukukan total pembiayaan perumahan sebesar Rp5,66 triliun sampai per 30 September 2013 atau meningkat 41,33% dibanding periode yang sama 2012 sebesar Rp4,01 triliun."Total penyaluran pinjaman atau pembiayaan naik Rp1,66 triliun atau 41,33 persen dibanding periode yang sama 2012," kata Direktur Utama SMF Raharjo Adisusanto di Anyer, Banten akhir pekan kemarin.

Sementara penyaluran pinjaman selama setahun terakhir (September 2012 hingga September 2013) mencapai Rp1,74 triliun, naik Rp260 miliar atau 17,57 dibandingkan September 2011 hingga September 2012, “Total aset SMF per 30 September 2013 tercatat mencapai Rp7,01 triliun atau naik 33,01 persen dibanding periode yang sama 2012 sebesar Rp5,27 triliun. Total aset naik Rp1,74 triliun," ujar dia.

Kemudian untuk liabilitas, lanjut Raharjo mencapai Rp4,25 triliun atau naik Rp1,60 triliun (60,03%) dibanding periode yang sama 2012 sebesar Rp2,66 triliun. Posisi surat utang yang telah diterbitkan baik obligasi maupun medium term note mencapai Rp4,20 triliun atau naik Rp1,90 triliun (82,08%) dibanding akhir September 2012 sebesar Rp2,31 triliun."Sedangkan posisi ekuitas mencapai Rp2,76 triliun atau naik Rp143,71 miliar atau 5,50 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,61 triliun," tambah Raharjo.

Dia menyebutkan, pendapatan SMF hingga September 2013 mencapai Rp391 miliar atau naik 30,67% dibanding September 2012 yang mencapai Rp299 miliar. Sementara itu mengenai sekuritisasi selama tahun 2013, Raharjo mengatakan hingga September belum ada realisasi. "Biasanya untuk sekuritisasi tagihan kredit perumahan rakyat baru ada pada akhir smstr II, kemungkinan nanti ada Rp1 triliun," ungkap dia.

SMF merupakan perusahaan pembiayaan sekunder perumahan yang didirikan pemerintah dan merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha pembiayaan sekunder perumahan. Selain menyediakan fasilitas pembiayaan dari sumber dana menengah dan panjang dari pasar modal untuk lembaga penyalur KPR, SMF juga melakukan kegiatan sekuritisasi yaitu memfasilitasi transaksi sekuritas atas tagihan KPR milik penyalur KPR.

Asal tahu saja, semester I 2013, SMF telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp5,12 triliun atau tumbuh 39% dibandingkan tahun sebelumnya Rp3,68 triliun. Peningkatan ini mendongkrak pendapatan menjadi Rp264 miliar. Alhasil, aset SMF sekitar Rp6,7 triliun atau tumbuh 16,72%. Adapun permodalan naik dari Rp2,58 triliun menjadi Rp2,72 triliun.

Dia pun menambahkan, selama priode tersebut minat bank syariah dan daerah terhadap kerjasama pembiayaan terus meningkat. Buktinya, jumlah bank penyalur KPR melalui kerjasama ini meningkat, dari 9 bank penyalur menjadi 11 bank. Harapannya, ke depan minat bank daerah dan bank syariah mendapatkan dana jangka panjang dari SMF terus bertambah.

Tahun lalu, kata Raharjo, SMF menyalurkan pendana an ke bank umum senilai Rp1,5 triliun, bank syariah Rp750 miliar dan multifinance Rp2 miliar. Dalam menyediakan dana pembiayaan, SMF mengandalkan obligasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merestui SMF menerbitkan obligasi berkelanjutan sebesar Rp5 triliun. SMF telah menggunakan fasilitas tersebut Rp1,87 triliun, terdiri dari obligasi berkelanjutan I Rp750 miliar dan Obligasi berkelanjutan II Rp1,12 triliun. "Kami ada sisa sebesar Rp3 triliun tetapi belum diputuskan waktu penerbitannya," tambah dia. (mohar)