Perkuat Struktur Industri Nasional

Perkuat Struktur Industri Nasional

Untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan negara, Kementerian Perindustrian (Kemenperind) akan berkonsentrasi memperkuat struktur industri nasional. Polanya, mengolah bahan mentah agar menjadi produk yang berkualitas tinggi dan berdaya saing besar.

Struktur industri nasional kita, kata Menteri Perindustrian Mohammad S Hidayat, meliputi industri petrokimia, permesinan, logam dasar, dan hilirisasi sehingga tercipta struktur industri dari hulu ke hilir yang seimbang. "Kami fokus pada empat faktor penting, pertama yakni penguatan struktur industri," kata Hidayat di Banten (23/10).

Tiga faktor lainnya adalah program hilirisasi untuk mengoptimalkan perolehan nilai tambah dan devisa, penguasaan pasar domestik dan internasional, serta pengembangan industri secara berkesinambungan dan merata terutama ke kawasan Indonesia bagian timur.

Menurut Hidayat, untuk mendukung empat tujuan tersebut, sejak tiga tahun terakhir Kemenperin memberikan prioritas pada pengembangan beberapa sektor industri yaitu industri petrokimia, permesinan, logam dasar, dan industri pemrosesan bahan mentah, terutama di mineral dan agro seperti kakao, dan karet.

Sedangkan pengembangan industri permesinan diperlukan untuk melayani kebutuhan mesin produksi industri padat karya seperti tekstil dan sepatu. Pengembangan industri permesinan dan petrokimia juga penting ntuk menekan impor barang modal dan bahan baku. (iwan)

BERITA TERKAIT

Industri Pariwisata Butuh Revolusi Mental

NERACA Padang –Kekayaan alam pariwisata di Indonesia cukup menjanjikan, namun ironisnya belum dimanfaatkannya secara optimal dan ditambah hambatan yang ada…

HM Sampoerna Perkuat Jaringan Kemitraan - Tingkatkan Daya Saing Agro Industri

NERACA Jakarta - Dalam rangka meningkatkan daya saing sektor agro industri nasional, PT HM Sampoerna Tbk sebagai produsen rokok terus…

Perlunya Daftar Hitam Asuransi Cegah “Fraud” - INISIATIF PELAKU INDUSTRI ASURANSI NASIONAL

Jakarta-Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) berencana menerbitkan daftar hitam nasabah untuk mengurangi kecurangan (fraud) dalam praktik usaha perasuransian. Ini mirip…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Babak Baru Bisnis e-Commerce

Tercatat beberapa layanan tambah saldo uang elektronik "e-commerce" sudah dihentikan karena sedang menyelesaikan perizinan dari BI. Produk uang elektronik itu,…

UU Perlindungan Konsumen Perlu Direvisi

Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Ardiansyah Parman mengatakan perlu ada revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen…

Harus Hati-Hati Atur Pajak e-Commerce

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai pemerintah harus hati-hati mengatur pajak atas perdagangan elektronik (e-commerce)…