Indonesia-Korsel Akan Kembangkan 500 OVOP

Indonesia-Korsel Akan Kembangkan 500 OVOP

Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan bersepakat menjalin kerjasama untuk mengembangkan sekitar 500 program bagi pelaku usaha kecil dan menengah berbasis koperasi melalui program One Village One Product (OVOP). Program yang akan digarap hingga 2020 itu tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya KUMK Kementerian Kopersi dan UKM I Wayan Dipta mengungkapkan, kerjasama yang dilakukan pemerintah Indonesia dan Korea Selatan itu meliput program pembinaan, pelatihan, dan praktik di Indonesia. "Kedua belah pihak sudah sudah melakukan identifikasi dan mencoba menciptakan model kerja sama untuk pengembangan proyek one village one product berbasis koperasi,” tutur Wayan di Jakarta, pekan ini.

Wayan menjelaskan, pihak Korsel telah berjanji memberi pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat lokal yang akan mengembangkan OVOP secara berkesinambungan. Ditnya soal pembiayaannya, Wayan menjelaskan, pihak Korsel akan memanfaatkan sebagian dana dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan Korsel di Indonesia.

“Kami berharap, Korsel dapat meningkatkan investasinya di Indonesia, maupun melakukan peningkatan capacity building, mendampingi UKM memperbaiki kualitas produk, serta mempromosikan produk-produk UKM Indonesia,” kata Wayan lagi.

Sementara itu, Presiden Korea Trade Investment Promotion Agency (Kotra) Oh Young Ho menjelaskan, pihaknya berkomitmen membuka pasar baru bagi setiap produk OVOP yang dikelola koperasi bersama pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia."Kami sepakat ikut memasarkan produk yang dihasilkan program OVOP Indonesia dan sebagian keuntungan dari program ini akan digunakan untuk pengembangan OVOP berikutnya," kata Young Ho.

Dia menjelaskan, kerja sama tersebut dijalin dalam rangka memperingati 40 tahun hubungan diplomatik Korea-Indonesia. Sedangkan Kotra telah menyiapkan kerangka kerja untuk menciptakan inovasi baru tidak hanya pertukaran produk dan modal, tapi juga dalam bentuk melalui pertukaran ide-ide kreatif.

Young Ho juga menuturkan, dalam kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, Kotra akan mengajak pemuda berbakat dari kedua negara untuk berpartisipasi dan berencana mengembangkan masyarakat lokal secara berkelanjutan dan usaha menciptakan lapangan kerja. Sedangkan pihak Kementerian Koperasi dan UKM sendiri sudah berkali-kali menggelar program promosi produk unggulan dari program OVOP, baik dalam bentuk pameran produk UKM maupun mengikuti misi dagang dan promosi di luar negeri. (saksono)

BERITA TERKAIT

Sektor Pangan - Harga Beras di Indonesia Termasuk Murah di Pasar Internasional

NERACA Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan harga beras di tingkat eceran masih terjangkau oleh masyarakat dan…

Dunia Usaha - Making Indonesia 4.0 Disebut Pemicu Ekspor Industri Manufaktur

NERACA Jakarta – Industri manufaktur konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional. Oleh karena itu, pemerintah semakin menggenjot…

BPR Kuningan Terbaik dari 95 BPR/BPRS se-Indonesia - Dibawah Pimpinan Litawati

BPR Kuningan Terbaik dari 95 BPR/BPRS se-Indonesia Dibawah Pimpinan Litawati NERACA Kuningan – Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR)…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Media dan Tantangan Teknologi Milenial

Indonesia merupakan negara di dunia yang memiliki banyak media dengan perkiraan berjumlah 47 ribu media yang terbagi dari berbagai model,…

Pers dan Usaha Mendorong Ekonomi Digital

Pers memiliki peran vital mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis digital di Indonesia. Melalui pemberitaan, pers dapat mempromosikan sekaligus mengedukasi pelaku…

Pers di Era Digital: Idealisme Versus Industri

Pers di Indonesia lahir dari idealisme para pendiri bangsa guna menyuarakan semangat memperjuangkan kemerdekaan kepada masyarakat luas, sejak zaman penjajahan…