Empat Perusahaan Sekuritas Ikut Lelang SUN

NERACA

Jakarta – Sebanyak 15 bank dan 4 perusahaan sekuritas akan menjadi peserta lelang obligasi atau surat utang negara (SUN) yang diterbitkan pemerintah. Rencananya pemerintah akan menerbitkan obligasi atau Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang asing (valuta asing/valas) di pasar domestik secara lelang pada kuartal IV tahun ini.

Keterangan ini diperoleh dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan melalui situs resminya, Selasa (22/10). Peserta lelang SUN dalam valas di pasar perdana domestik tersebut adalah Citibank, Deutsche Bank, HSBC, Bank Central Asia, Bank Danamon Indonesia, Bank Internasional Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, OCBC NISP, Bank Panin, Bank Rakyat Indonesia, Bank Permata, CIMB Niaga, Standard Chartered Bank, dan JP Morgan Chase Bank.

Sementara perusahaan sekuritas yang ikut dalam peserta lelang adalah Bahana Securities, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan Trimegah Securities. Disebutkan bahwa dengan adanya rencana tersebut diperlukan proses registrasi residen kepada pemerintah melalui peserta lelang sebagai syarat untuk dapat mengikuti lelang tersebut. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.08/2013 tentang Lelang SUN dalam Mata Uang Rupiah dan Valas di Pasar Perdana Domestik.

Selain itu, Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Nomor 1/PU/2013 tentang Persyaratan Administrasi dan Registrasi Residen dalam rangka Pembelian SUN dalam Valas di Pasar Perdana Domestik dengan Cara Lelang. Berdasar ketentuan tersebut, jadwal registrasi investor residen dalam rangka pembelian SUN dalam valuta asing (valas) di pasar domestik dengan cara lelang disusun untuk masa pendaftaran investor melalui peserta lelang (dealer utama) ditetapkan mulai dari 21 Oktober hingga 1 November 2013.

Batas waktu penyampaian daftar usulan investor residen oleh peserta lelang (dealer utama) kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Utang c.q. Direktur Surat Utang Negara ditetapkan 8 November 2013. Sementara itu, batas waktu penetapan daftar investor residen oleh Direktur Surat Utang Negara atas nama Direktur Jenderal Pengelolaan Utang dan penyampaian daftar tersebut kepada peserta lelang (dealer utama) ditetapkan pada tanggal 15 November 2013.

Selain SUN dalam valas, pemerintah juga berencana melelang Surat Berharga Syariah Negara (SBBN) atau Sukuk Negara Berbasis Proyek pada Selasa mendatang (29/10). Lelang ini akan diselenggarakan Bank Indonesia sebagai agen lelang SBBN. Dalam penerbitan SBSN dengan cara lelang ini, untuk penerbilan seri SPN-S menggunakan underlying asset berupa Barang Milik Negara (BMN) yang telah mendapatkan persetujuan DPR.

Sebelumnya, Analis dari PT Danareksa Sekuritas, Lucky Bayu Purnomo menyatakan bahwa jelang rilis penarikan dana (tapering off) Amerika Serikat (AS), baik SUN, obligasi dan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) tidak akan banyak diminati oleh investor. Pasalnya, banyak dari investor terutama asing akan menarik dananya ke AS, sementara investor domestik akan lebih memilih menarik dananya untuk diamankan. Sehingga jika akan menerbitkan SUN, obligasi ataupun IPO sebaiknya ditunda hingga rapat The Fed mengenai tapering off dilakukan pada 30 Oktober mendatang. (nurul)

BERITA TERKAIT

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Perusahaan Indonesia Suka Arbitrase Selesaikan Sengketa Bisnis

Perusahaan Indonesia Suka Arbitrase Selesaikan Sengketa Bisnis   NERACA Jakarta - Ahli hukum Wincen Santoso melihat dalam beberapa tahun terakhir ini…

Masih Banyak Perusahaan Publik Tak Peduli HAM - Studi FIHRRST

      NERACA   Jakarta - The Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST), salah satu organisasi masyarakat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…