124 Koperasi di Kuningan Terancam Dibubarkan

Koperasi saat ini ditantang untuk kreatif dan berinovasi karena tidak lagi tergantung kepada suntikan dana dari pemerintah. Namun, tidak semua koperasi bisa seperti itu (mandiri), sehingga dampaknya banyak koperasi yang tidak sehat dan terancam dibubarkan.

Seperti yang terjadi di Kab.Kuningan, dari hasil pendataan Dinas Koperasi dan UKM setempat hingga akhir Mei 2011, sebanyak 124 koperasi terancam dibubarkan, karena banyak yang tidak sehat dan perlu pengawasan serta pembinaan intensif dari pemerintah. Sementara, dari 519 koperasi yang ada, 19 persen diantaranya sudah dinyatakan tidak aktif.

“Kini tengah dalam pembinaan Kami. Jika mungkin bisa diarahkan dan dibenahi, maka koperasi yang tidak sehat tersebut bisa kembali aktif, syukur kalau bisa berkembang seperti koperasi yang lainnya,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Uca Somantri, saat berbincang dengan Neraca, Selasa (12/7).

Dijelaskan Uca, sebelum koperasi dituntut untuk berinovasi dan kreatif, yakni lepas dari dinas, pertumbuhan koperasi menjamur. Namun menjamurnya koperasi saat itu, hanya sebatas dari kuantitas, sedangkan kualitasnya sendiri tidak bersumber daya. Mereka hanya memanfaatkan suntikan dana yang disediakan pemerintah.

BERITA TERKAIT

Micro Banking atau Koperasi ?

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Micro banking atau koperasi? Itulah sebuah pertanyaan yang sering kita pertanyakan, ketika diri…

Pemkab Lebak Dorong Kelompok Tani Bentuk Koperasi

Pemkab Lebak Dorong Kelompok Tani Bentuk Koperasi NERACA Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mendorong kelompok tani membentuk koperasi untuk…

Apakabar Ekuitas Koperasi

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Ekuitas atau disebut modal sering sekali menjadi topik pembicaraan yang utama bagi pelaku…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Targetkan Satu Juta Pengunjung - Mandiri PRI 2017 Akan Jadi Ajang Pameran Unik dan Tak Terlupakan

Targetkan Satu Juta Pengunjung Mandiri PRI 2017 Akan Jadi Ajang Pameran Unik dan Tak Terlupakan NERACA Jakarta – Mandiri Pekan…

SiLPA Mencapai Rp600 Miliar Lebih - Piutang Tagihan PAD Depok Naik Rp442,9 M

SiLPA Mencapai Rp600 Miliar Lebih Piutang Tagihan PAD Depok Naik Rp442,9 M NERACA Depok - ‎Kondisi format APBD Kota Depok…

KSPPS/USPPS Bisa Kelola Dana Zakat dan Wakaf

KSPPS/USPPS Bisa Kelola Dana Zakat dan Wakaf NERACA Bogor - Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) dan Unit Simpan Pinjam…