ROTI Realisasikan Stock Split Saham 1:5

NERACA

Jakarta – PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) segera merealisasikan rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5 menjadi Rp20 per saham dari awalnya Rp100 per saham. Perseroan berharap dengan melakukan pemecahan nilai saham tersebut, akan meningkatkan likuiditas saham perseroan.

Selain itu, perseroan juga berharap sahamnya akan semakin diminati oleh investor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencana pemecahan saham ini telah disetujui oleh para pemegang saham dalam RUPSLB perseroan di Jakarta (17/10).

Menurut Public Relations PT Nippon Indosari Corpindo Tbk Stephen Orlando, dengan pelaksanaan pemecahan nilai saham ini, pihak manajemen akan melakukan pembicaraan lebih lanjut. Selain itu akan diumumkan pada keterbukaan informasi di bursa,”Terkait pelaksanaannya tahun ini dan tepatnya akan disampaikan kembali. Kami belum dapat menjelaskan lebih rinci. Agenda hari ini untuk meminta persetujuan para pemegang saham terlebih dahulu”, katanya di Jakarta, Kamis (17/10).

Dia juga menjelaskan mengenai penyerapan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga periode semester pertama sekitar 20 sampai 30%. Perseroan menganggarkan capex tahun ini sekitar Rp500 miliar-Rp600 miliar.“Kita anggarkan sekitar Rp500 sampai Rp600 miliar yang baru terserap sekitar 20% sampai 30% untuk semester 1 tahun ini”, ujarnya.

Sementara terkait depresiasi rupiah, menurut dia belum dapat dilihat dan diumumkan. Begitu juga dengan rencana kenaikan harga, menurut dia meskipun ada kenaikan bahan baku belum tentu ada kenaikan harga produknya. “Masih kita review dulu, jadi belum dapat diumumkan”, katanya.

Sebelumnya, pada awal tahun perseroan diisukan akan melaksanakan pemecahan nilai saham. Namun, perseroan mengelak dan menyatakan hal tersebut tidak akan dilakukan. Namun, dia menjelaskan bahwa di awal tahun pihaknya masih meninjau rencana pemecahan nilai saham tersebut.“Karena harga saham sempat menyentuh level 9.000 membuat kita meninjau dan akhir-akhir ini merencanakan stock split tersebut”, ujar Direktur Investor and Relation PT Nippon Indosari Corpindo Tbk Chin Yuen Loke.

Dia juga menyatakan bahwa perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan pada tahun ini sebesar 30%. sementara belanja modal atau capex untuk kinerja tahun 2014 belum dapat diumumkan. “Kemungkinan November atau Desember anggaran capex dan rencana 2014 akan kita umumkan”, ujarnya.

Hingga paruh pertama tahun ini, perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp706,88 miliar atau naik 24% dibanding paruh pertama 2012 senilai Rp570,36 miliar. Kenaikan penjualan tersebut seiring dengan naiknya beban pokok penjualan sebesar 23,16% dari Rp308,44 miliar menjadi Rp379,88 miliar.

Laba periode berjalan perseroan sepanjang semester pertama tahun ini tercatat naik 5% menjadi Rp75,72 miliar dibanding semester pertama tahun lalu senilai Rp72,13 miliar. Sedangkan laba per saham meningkat menjadi Rp74,8 dibanding sebelumnya Rp71,25 per lembar saham.

Sementara laba bruto naik menjadi Rp327 miliar dari Rp261,92 miliar. Di samping itu, beban usaha tercatat naik menjadi Rp222,95 miliar dari Rp170,98 miliar, pendapatan operasi lainnya bertambah menjadi Rp10,06 miliar dari Rp7,17 miliar, namun beban operasi lain menurun menjadi Rp1,02 miliar dari Rp1,64 miliar.

Kemudian saldo perseroan akhir Juni 2013 tercatat sebesar Rp101,24 miliar dengan total aset perseroan meningkat menjadi Rp1,84 triliun dibanding akhir tahun lalu Rp1,2 triliun. Total pinjaman melonjak menjadi Rp1,13 triliun dibanding posisi akhir Desember 2012 senilai Rp538,34 miliar. (nurul)

Related posts