Energi Bukukan Penjualan Bersih Naik 55%

NERACA

Jakarta – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) membukukan penjualan bersih sebesar US$374 juta atau naik 55% dari periode sebelumnya. Peningkatan ini diperoleh dari peningkatan produksi migas perseroan dari beberapa blok yang dimiliki. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya kepada Neraca di Jakarta, Kamis (17/10).

Diketahui EBITDA perseroan juga naik menjadi US$212 juta. Laba bersih naik 14.480% menjadi US$176 juta dari periode yang sama tahun lalu dalam laporan keuangannya yang terkonsolidasi pada semester pertama 2013.

Direktur Utama PT Energi Mega Persada Tbk Imam Agustino menyebutkan beberapa blok yang dimiliki perseroan yang berkontribusi terhadap kenaikan produksi. Diantaranya blok Kangean PSC (Jawa Timur), ONWJ PSC (Jawa Barat), dan Bentu PSC (Riau, Sumatera).”Dalam periode yang sama, kenaikan laba bersih perseroan didorong oleh penghasilan yang diterima dari penjualan kepemilikan 10% di blok Masela PSC (Lautan Arafura)”, katanya.

Dia menambahkan bahwa perseroan tengah fokus untuk meningkatkan kinerja dari aset-aset yang telah beroperasi memproduksi dan mengembangkan temuan cadangan pada aset-aset lainnya. Seperti blok-blok di Kangean PSC, ONWJ PSC, dan Bentu PSC akan terus berperan dalam meningkatkan produksi Perusahaan dalam 2 tahun ke depan.

Asal tahu saja, sepanjang semester pertama tahun ini, rata-rata produksi migas perseroan mencapai 49.356 barel ekuivalen per hari. Saat ini perseroan juga mengoperasikan dan memiliki saham di beberapa blok-blok minyak, gas, dan gas metana, dan batubara di Indonesia. Perseroan juga memiliki cadangan minyak dan gas terbukti dan terukur yang tersertifikasi lebih dari 200 juta barel ekuivalen.

Sebelumnya, perseroan berencana akan mengakuisisi 17,9% saham di Blok Offshore North West Java (ONWJ) PSC yang nilainya mencapai US$225 juta. Dengan rencana akuisisi tersebut,dipastikan perusahaan migas milik Bakrie ini akan menguasai sekitar 36,7% saham dari saat ini sebesar 18,7%.

Perseroan juga akan membeli tambahan kepemilikan di ONWJ PSC dari Owen Holdings Ltd. Menurut dia, Blok ONWJ sangat berperan penting dalam portofolio perusahaan yang sejak dibeli sebagian bloknya pada 2011, terus menunjukkan peningkatan produksi harian maupun harga jual gas.”Pertamina melalui anak usahanya yakni PT Pertamina Hulu Energi (PHE), telah berhasil menyelesaikan kegiatan pengeboran di beberapa lapangan di blok tersebut, sehingga cadangan minyak dan gas di Blok ONWJ terus meningkat”, ujar dia.

Perseroan dalam langkah akuisisi blok migas yang produktif, berencana menerbitkan saham baru (rights issue). Menurut Chief Investor Relations PT Energi Mega Persada Tbk Herwin Hidayat, dengan akuisisi blok migas diharapkan bisa menambah nilai bagi para pemegang saham.

Untuk tahun ini perseroan meang cukup besar menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) mencapai US$233 juta. Keseluruhan dana capex tahun ini diperoleh perseroan dari kas internal. Dana tersebut diakui perseroan akan digunakan untuk pengembangan di 12 blok minyak dan gas. Meskipun cukup besar, dana belanja modal tersebut di luar dana untuk akuisisi. (nurul)

BERITA TERKAIT

BUMN Migas Vs BUK Migas, Mana Lebih Efisien? - PENGELOLAAN SEKTOR ENERGI

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yudha berharap pemerintah tidak buru-buru merealisasikan pembentukan induk usaha…

Perdana di Pasar, Saham PBID Naik 10 Point

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) pada perdagangan Rabu (13/12) langsung dibuka naik…

MCAS Bukukan Penjualan Rp 1,1 Triliun

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) sepanjang sebelas bulan pertama tahun ini mengantongi angka penjualan sebesar Rp1,1 triliun atau meningkat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…