Lunasi Utang, Borneo Divestasi Saham AKT

Kamis, 17/10/2013

NERACA

Jakarta – PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (BORN) menyatakan akan menjual saham di PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) setelah menyelesaikan urusannya dengan salah satu perusahaan grup Bakrie, BUMI untuk membayar utang.

Direktur Utama PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk Alexander Ramlie mengatakan, perseroan menargetkan menyelesaikan pemisahaan dari BUMI pada November tahun ini sehingga penjualan AKT dapat dilakukan di akhir kuartal pertama 2014,”Kami berencana divestasi 20% saham di AKT untuk membayar hutang ke bank. Namun masih menunggu proses separation dengan BUMI,”kata dia di Jakarta, Rabu (16/10).

Diakui dia, hutang perseroan kepada Bank Standard Chartered mencapai US$1 miliar. Perseroan baru membayar sekitar US$250 juta dan berharap dapat perpanjangan pembayaran hingga 7-8 tahun tanpa dengan bunga pinjaman yang tetap sama,”untuk Stanchard kita ada rencana bayar tetapi menunggu AKT terjual”, ungkapnya.

Selain divestasi saham AKT, perseroan juga berencana menjual sahamnya kepada investor strategis. Namun hal ini belum dapat dilakukan terkait masih menunggu kecocokan harga saham. Selain itu, perseroan juga berniat melakukan pembelian kembali saham BUMI melalui owner BORN, Samin Tan.“Untuk penyelesaian BUMI, kami menunggu pak Samin yang berencana membeli 23,8% saham BUMI. Memang ada kemungkinan membeli tetapi semua akan kami bicarakan dengan banker0banker lagi”, ujar dia.

Dia menambahkan bahwa dengan membeli BUMI kembali melalui Samin, perseroan dapat mengontrol BUMI dan juga BRAU. Namun dia mengakui bellum ada rencana detail terkait pembelian tersebut. Tetapi jika benar dilaksanakan, dia memprediksi pada awal tahun depan sudah ada pembicaraan dengan Samin.

Sementara itu, Direktur Keuangan perseroan Ken Allan mengungkapkan bahwa pihaknya pada tahun mendatang menargetkan produksi mencapai 4-5 juta ton. Sementara pada 2013 ini 3 juta ton batubara ditargetkan untuk dihasilkan perseroan.“Di Patahan batubaranya kita identifikasi ada banyak, sehingga target tahun depan kita naikan. Namun memang kita mengalami kerugian pada tahun 2012 akibat harga batubara yang anjlok”, jelas dia.

Dia juga menyatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan dana untuk mencapai target produksi pada tahun depan. Namun, perseroan memang melakukan penundaan pembelian alat produksi terkait penurunan harga batubara yang menggerus laba perseroan.

Sebelumnya, Samin Tan resmi berpisah dengan Grup Bakrie dalam kepemilikan saham bersama di Bumi Plc, perusahaan tambang yang tercatat di Bursa London, Inggris. Pada 11 Juli lalu, perseroan telah mencapai kesepakatan dengan Bakrie & Brothers dan Long Haul untuk merestrukturisasi kepemilikan saham di Bumi Plc tersebut.

Setelah dilakukan pemisahan, perseroan melalui Ravenwood Pte. Ltd akan mengakuisisi 23,8% saham Grup Bakrie di Bumi Plc senilai US$ 223 juta. Setelah semua proses itu, perseroan dapat menguasai 85% saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), yang juga merupakan anak usaha Bumi Plc. (nurul)