Rencana Foxconn Bangun Pabrik Kemungkinan Mundur Lagi

Kamis, 17/10/2013

NERACA

Jakarta - Rencana pembangunan pabrik ponsel oleh perusahaan elektronika asal Taiwan, Foxconn bisa dipastikan mundur dari yang direncanakan pada akhir tahun ini. Menteri Perindustrian, MS Hidayat mengakui akan rencana tersebut.

"Iya kelihatannya mundur, tetapi perundingannya dengan kelompok Pak Aguan (Agung Sedayu Grup) dan (Era Jaya) sudah selesai. Sekarang dia minta berunding dengan pemerintah melalui perindustrian, karena dia juga mengajak kemenperin dan kementerian lain untuk ikut pro aktif dalam pembagian lembaga risetnya dan sebagainya," kata Hidayat di Jakarta, Rabu (16/10).

Lebih lanjut lagi mantan ketua Kadin ini menuturkan salah satu kendala yang masih dibahas adalah pola investasi yang berbeda bila dibandingkan dengan pola investasi di China. Di Indonesia, investasi Foxconn diserahkan melalui kerjasama dengan pengusaha swasta. Sedangkan di China, investasi Foxconn menggandeng langsung pemerintah pusat dan daerah.

"Mereka itu sudah membangun lebih kurang 10 pabrik di China dan selama ini mitranya itu pemerintah karena memang sistemnya di China pemerintahnya terlibat langsung pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Kalau di Indonesia kan kita serahkan kepada swastanya. Nah dia ingin tetap ada bagian dari pemerintah ikut," kata Hidayat.

Menurutnya peluang Foxconn berinvestasi di Indonesia baru terealisasi tahun depan atau tahun 2014. Hidayat menjanjikan awal tahun pabrik Foxconn telah berdiri di Indonesia. "Tahun depan karena kemarin kita ketemu (dengan Foxconn) di APEC. Saya sempet ngopi juga dengan dia (CEO Foxconn), dia mengatakan bahwa sudah selesai perundingannya dan dia minta kalau saya juga dalam satu bulan ini perundingan dengan kementerian perindustrian, karena kita mau bikin lab, lembaga risetnya, dan sebagainya. Saya tahunya pokoknya awal tahun," cetus Hidayat.

Beberapa waktu lalu Foxconn berencana menjadikan Indonesia sebagai basis produksi baru mereka. Investasi perusahaan asal Taiwan itu akan dimulai tahun ini dengan nilai US$10 miliar untuk jangka waktu 5-10 tahun."Lahan yang dibutuhkan sekitar 500 hektare dan akan dimulai per tahap dengan 50 hektare untuk tahun ini," kata Hidayat.

Namun, MS Hidayat masih enggan menyebutkan lokasi industri untuk penanaman investasi itu. Dia hanya mengatakan itu sangat mungkin akan dibangun di Pulau Jawa.Pemilihan Pulau Jawa sebagai lokasi industri Foxconn karena kesiapan infrastruktur seperti transportasi dan listrik. "Mereka membutuhkan komunikasi dan transportasi yang memadai," kata Hidayat.

Menurut Hidayat, barang produksi Foxconn akan menggantikan komoditas elektronik yang bisa mengurangi kebutuhan impor. "Barang-barang yang kalian sedang pakai ini nanti diganti," kata dia.

Terkait dengan realisasi pembangunan, Foxconn akan memulai akhir tahun ini atau awal tahun depan. Ia mengatakan industri Foxconn akan mampu menyediakan ribuan lapangan pekerjaan baru. "Nanti akan dibutuhkan 1.000 engineer (teknisi)," kata dia.

Antar Kementerian

Untuk investasi tersebut, Kementerian Perindustrian akan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Keuangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Bank Indonesia, dan instansi-instansi lainnya.

Sebelumnya, Kepala BKPM mengakui Foxconn telah memasukkan surat perizinan investasi ke BKPM."Foxconn akan investasi di dalam negeri. Sekarang berada di pipe line," ujarnya.

Dia mengatakan rencana ekspansi bisnis perusahaan pemasok komponen bagi Apple, Motorola, Nexian, Sharp, dan berbagai peralatan elektronik lainnya itu diperkirakan akan membuka lapangan kerja besar. "Jika Foxconn masuk, menurut mereka diperlukan satu juta tenaga kerja. Kita masih menunggu hasil dari tim yang dikirim pemerintah untuk bertemu Foxconn," kata dia.

Namun, dia belum dapat memastikan bahwa Foxconn akan masuk ke Indonesia tahun ini, sebab saat ini masih memerlukan waktu dan proses yang tidak sedikit. "Tidak untuk tahun ini. Namun kapan kepastiannya kita belum tahu karena saat ini delegasi pemerintah, khususnya dari (Kementerian) Perindustrian, sedang ke sana (Taiwan) untuk membicarakan investasi Foxconn," ungkapnya.

Kendala infrastruktur Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar mengatakan investasi dengan volume lahan industri besar di luar Pulau Jawa masih menemui kendala infrastruktur yang kurang memadai."Perlu diketahui, lahan yang dibutuhkan berapa dulu, tapi jika lahan yang dibutuhkan besar mungkin masih bisa di beberapa daerah di Jawa seperti Lamongan, Cirebon, Boyolali, dan Mojokerto," kata dia.

Disisi lain, usai perusahaan pemasok komponen Apple, Foxconn, menyartakan kembali keseriusannya berinvestasi, Indonesia bakal kembali kedatangan raksasa perusahaan teknologi informasi asal Negeri Ginseng, Samsung.Rencana investasi Samsung tersebut diungkapkan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.

Gita mengungkapkan, selain Foxconn dan Samsung, pemerintah juga menerima penyampaian ketertarikan investasi dari perusahaan-perusahaan asing lainnya."Ada 1-2 yang akan masuk juga," katanya.

Menurut Gita, pemerintah Indonesia saat ini memang sangat berkepentingan dengan masuknya investasi perusahaan-perusahaan besat dari luar negeri.Tujuannya, pemerintah ingin agar produk-produk dari perusahaan itu dapat diproduksi di tanah air.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Gita berharap agar ada kerjasama yang erat antara Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, dan Badan Koodinasi Penanaman Modal (BKPM).