Usai Libur Panjang, IHSG Masih Dizona Hijau

Rabu, 16/10/2013

NERACA

Jakarta – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan lalu ditutup menguat karena keyakinan investor untuk berburu saham dibantu laju positif bursa regional. Berikutnya, pasca libur panjang Idul Adha, indeks BEI diproyeksikan akan terus bergerak menguat.

Sebagai informasi, sepanjang perdagangan akhir pekan kemarin, indeks BEI berada di zona hijau. Tercatat diakhir perdagangan, indeks BEI ditutup menguat menguat 33,234 poin (0,74%) ke level 4.519,912. Sementara Indeks LQ45 menguat 8,116 poin (1,07%) ke level 763,314.

Menurut Kepala Riset PT Valbury Asia Securities, Alfiansyah, penguatan indeks BEI akhir pekan kemarin dipicu sentimen positif yang berkembang di pasar, terutama dari AS yang akan membuka peluang meningkatkan plafon utang jangka pendeknya.

Dia menambahkan perkembangan itu sebagai terobosan guna menghindari terjadinya gagal bayar (default) utang AS paska dihentikannya anggaran pemerintah (shutdown) AS yang telah berjalan selama sembilan hari. Sementara dari dalam negeri, lanjutnya, terkait "shutdown" AS, Pemerintah Indonesia menyatakan telah menyiapkan kebijakan lagi untuk memperkuat ketahanan perekonomian nasional sesuai dengan kebutuhan. "Pemerintah akan fokus pada pengurangan 'current account deficit' dan pengendalian perlambatan pertumbuhan ekonomi," kata dia.

Menurut dia, apresiasi dan stabilisasi nilai rupiah juga dapat menjadi sentimen positif dan mengembalikan kepercayaan investor dan pelaku usaha serta tercipta iklim investasi yang kondusif di dalam negeri. Pada perdagangan akhir pekan, aksi beli didominasi investor domestik. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 20,74 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 145.884 kali pada volume 5,433 miliar lembar saham senilai Rp 6,273 triliun. Sebanyak 134 saham naik, sisanya 103 saham turun, dan 114 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia berhasil bertahan di zona hijau sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan. Rata-rata penguatannya lebih dari satu persen. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 2.550 ke Rp 32.550, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.550 ke Rp 66.000, Mayora (MYOR) naik Rp 900 ke Rp 31.900, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 18.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 20.000 ke Rp 340.000, Nipress (NIPS) turun Rp 650 ke Rp 18.150, Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 12.000, dan Surya Essa (ESSA) turun Rp 350 ke Rp 2.500.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup 25,444 poin (0,57%) ke level 4.512,122. Sementara Indeks LQ45 melaju 4,876 poin (0,65%) ke level 760,074. Seluruh lapisan dan indeks sektoral berhasil kompak menguat. Penguatannya rata-rata cukup tinggi hampir satu persen. Saham-saham tambang memimpin penguatan, dibuntuti oleh saham berbasis industri dasar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 85.817 kali pada volume 2,642 miliar lembar saham senilai Rp 3,145 triliun. Sebanyak 136 saham naik, sisanya 79 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Bursa-bursa regional masih kompak melenggang di zona hijau. Penguatan tertinggi diraih oleh bursa saham Jepang. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.850 ke Rp 31.850, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.050 ke Rp 65.500, Mayora (MYOR) naik Rp 850 ke Rp 31.850, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 500 ke Rp 21.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 45.000 ke Rp 315.000, Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 12.000, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 ke Rp 8.650, dan Gajah Tunggal (GJTL) turun Rp 75 ke Rp 2.325.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 37,25 poin atau 0,83% menjadi 4.523,93. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 9,51 poin (1,26%) ke level 764,71, “Bursa Asia, termasuk indeks BEI dibuka positif memfaktorkan penguatan bursa global tadi malam," kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Namun demikian, lanjut dia, pelaku pasar tetap waspada seiring dengan masih belum pastinya kesepakatan batas atas utang (debt ceiling) AS, sementara kondisi di pasar saham domestik akan memasuki libur panjang di pekan depan yang dapat mengurangi posisi transaksi.

Sementara itu, Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa secara teknikal pergerakan IHSG akan kembali menguat setelah berhasil melewati level di 4.470 poin. Dari dalam negeri, dipaparkan bahwa investor asing kembali masuk ke pasar modal domestik setelah kemungkinan gagal bayar AS batal, paska Partai Republik bersedia bernegosiasi dengan pemerintahan Barrack Obama.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 294,49 poin (1,28%) ke level 23.245,78, indeks Nikkei-225 naik 181,30 poin (1,27%) ke level 14.375,06, dan Straits Times menguat 17,92 poin (0,55%) ke posisi 3.188,27. (bani)