Bangun Pabrik, Indocement Kuras Rp 6,5 Triliun

Targetkan Produksi 4,4 Juta Ton

Kamis, 10/10/2013

NERACA

Bogor – Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) belum lama ini meresmikan pembangunan pabrik ke 14 (P14) dengan kapasitas produksi semen mencapai 4,4 juta ton per tahun. Nilai investasi pembangunan P14 ini berkisar antara Rp5,5-6,5 triliun.

Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Daniele Lavalle, pabrik yang diharapkan dapat selesai pembangunannya pada 2015 mendatang akan memiliki kapasitas produksi hingga 4,4 juta ton semen per tahun, “Pabrik ke 14 dengan kapasitas produksi 4,4 juta ton semen per tahun merupakan pabrik semen terbesar di Indonesia dan akan menjadi salah satu pabrik semen paling efisien karena telah dilengkapi dengan filtrasi bag house", ujar dia di Citereup, Bogor, Rabu (9/10).

Dia menambahkan bahwa pabrik ini juga dirancang untuk menghasilkan semen berkualitas tinggi dengan menggunakan bahan cementitous atau bahan baku rendah karbon yang akan mengurangi emisi CO2, anergi dan air secara signifikan. Sehingga dapat dikatakan pabrik ini merupakan salah satu pabrik semen yang ramah lingkungan.

Perseroan mengklaim, pabrik ke-14 ini menjadi salah satu pabrik semen paling efisien terhadap lingkungan karena telah dilengkapi filtrasi bag house. Hal ini merupakan bagian dari peningkatan konsistensi dan efektivitas perseroan dalam mengurangi emisi debu.

Mengenai penyelesaian pembangunan pabrik, dia yakin pabrik ini dapat selesai tepat waktu, karena perseroan menggandeng Tianjin Cement Industry Design and Research Institute Co. Ltd, yaitu salah satu perusahaan terkemuka dalam teknologi dan pemasok peralatan di Cina untuk menyediakan peralatan, konstruksi dan menjadi pelaksana proyek pembangunan pabrik tersebut."Pembangunan P14 ini menjadi awal bagi perseroan untuk memulai penambahan kapasitas produksi. Sehingga diharapkan dengan pembangunan pabrik tersebut mendapat dukungan dari semua pihak", ujarnya.

Pembangunan pabrik baru tersebut, perseroan melibatkan masyarakat sekitar dengan memberikan pelatihan khusus bagi masyarakat di 12 desa binaan yang berlokasi di sekitar pabrik. Pelatihan khusus tersebut dalam bentuk pelatihan konstruksi sipil tingkat dasar, yaitu penyiapan adukan semen beton, pembuatan pondasi, pembuatan tulang beton, pengecoran, serta teknik penyusunan bata dan plester dinding semen.

Di samping membangun pabrik P14, saat ini perseroan tengah memasuki tahap akhir penyelesaian pembangunan unit penggilingan semen (cement mills) baru di pabrik Citeureup dengan kapasitas 1,9 juta ton semen per tahun. Perseroan menjadwalkan pembangunan ini selesai pada akhir tahun 2013."Kami juga sudah memasuki tahap akhir uji kelayakan untuk membangun dua pabrik semen baru (green-field) dengan kapasitas produksi masing-masing pabrik 2,5 juta ton per tahun. Lokasinya di jawa Tengah dan luar jawa", ungkapnya.

Sebagai informasi, hingga saat ini PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk memiliki kapasitas produksi yang cukup besar yakni mencapai 18,6 juta ton semen per tahun yang dihasilkan oleh 13 pabrik yang dimiliki perseroan. Tercatat, hingga semester pertama tahun ini, perseroan membukukan laba naik 11,83% menjadi Rp2,42 triliun dari periode sama tahun lalu Rp2,16 triliun. Pendapatan perseroan naik 8,84% menjadi Rp8,91 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp8,19 triliun. (nurul)