Fasilitas AKSes Menangkis Keraguan Investor - KSEI Gencar Sosialisasikan AKSes

NERACA

Pekanbaru – Menangkis keraguan dan khawatiran berinvestasi di pasar modal akan raibnya dana nasabah, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus aktif dan agresif melakukan sosialisasi tentang perlindungan berinvestasi bagi investor melalui Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes).

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Pekanbaru, Rabu (9/10). Kepala Unit Komunikasi Perusahaan KSEI, Zylvia Thirda mengatakan, investor pasar modal saat ini tidak perlu lagi khawatir untuk memantau dananya, karena saat ini sudah ada sarana yang disediakan KSEI bagi investor pasar modal untuk memantau aktivitas investasinya secara mandiri yaitu fasilitas AKSes.

Menurutnya, kehadiran fasilitas AKSes menjadi salah satu jurus otoritas pasar modal untuk menjawab keraguan masyarakat mengenai investasi di pasar modal yang selama ini dinilai tidak aman, rawan kecurangan dan penyalahgunaan, “Kesadaran dan peran investor untuk secara aktif melakukan monitoring aktivitas investasinya di pasar modal dengan fasilitas AKSes adalah sangat penting. Dengan monitoring secara aktif dan mandiri oleh investor, kita berharap terjadinya penyalahgunaan aset investasi milik investor oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dapat ditekan,”ujarnya.

Secara industri, lanjutnya, berharap pasar modal Indonesia menjadi lebih bergairah dan menarik bagi investor lokal, karena semua aktivitas menjadi transparan sehingga investor dapat merasa lebih nyaman berinvestasi di pasar modal.

Namun ironisnya, hingga saat ini masih banyak investor yang belum sadar pentingnya fasilitas AKSes. Tercatat secara nasional, baru sebagian kecil investor, yaitu sekitar 13% saja yang sudah memanfaatkan fasilitas AKSes. Dalam berbagai kesempatan, banyak investor belum tergerak untuk memanfaatkan fasilitas AKSes karena merasa sudah sepenuhnya percaya dengan broker atau Perusahaan Sekuritas tempatnya menjadi nasabah.

Tentunya ini sangat mengkhawatirkan, karena otoritas pasar modal tidak menginginkan terjadi lagi kasus-kasus penyalahgunaan aset investasi nasabah seperti yang pernah terjadi di masa lalu,” Kita juga tidak ingin investor kita baru menyadari manfaat fasilitas AKSes ini ketika sudah terlanjur mengalami kerugian karena ulah oknum yang tidak bertanggungjawab", paparnya.

Khusus untuk provinsi Riau, berdasarkan data per tanggal 8 Oktober 2013, dari 3.640 total jumlah investor yang tercatat berdomisili di Riau, baru 558 yang memanfaatkan fasilitas AKSes atau baru sekitar 15%. Melihat jumlah yang masih jauh dari harapan tersebut, tentunya KSEI akan terus berupaya dan tidak henti menghimbau kepada investor untuk login, salah satunya melalui kegiatan sosialisasi. Selain dilaksanakan di Pekanbaru, KSEI melaksanakan rangkaian sosialisasi serupa di Malang, Surabaya, Semarang, Makassar dan Jogjakarta. (bani)

BERITA TERKAIT

Mental Feodal, Investor Mental

Oleh: Sarwani Kabar buruk datang dari Badan Koordinasi Penanaman Modal baru-baru ini, yakni investasi asing langsung (FDI) turun 8,3 persen…

Buka Kembali Akses KRL di Stasiun Gambir

Kami kecewa terhadap penutupan akses KRL Commuterline sehingga membuat repot banyak penumpang mengeluarkan biaya tambahan buat ojek. Padahal beberapa tahun…

BEI Bidik Petani di Solo Sebagai Investor

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Surakarta membidik petani sebagai calon investor melalui sosialisasi dan sekolah pasar modal (SPM). "Jadi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…