Mendesain Ruko Untuk Tinggal

Solusi dari Keterbatasan Lahan

Sabtu, 12/10/2013

Hunian kini tak hanya menjadi tempat tinggal saja. Seiring perkembangannya banyak orang yang membuat huniannya menjadi tempat bekerja bahkan kantor. Memiliki hunian yang multifungsi mungkin menjadi pilihan yang tepat untuk memulai berbisnis. Apalagi bila mendapatkan di lokasi yang sangat strategis hal ini akan memiliki nilai yang sangat mahal.

Rumah multifungsi memberikan keuntungan yang mempermudah kita untuk mengakses lokasi tempat kita berbisnis dengan lebih mudah, karena kita tidak perlu pergi jauh untuk mengakses lokasi bisnis kita. Ruko atau rumah toko salah satunya, desain hunian ini memang cukup unik, rumah dan sekaligus toko digabung menjadi satu.

Biasanya di bawah dijadikan toko dan di atas dijadikan rumah hunian, namun tidak hanya untuk toko saja, biasanya bangunan berlantai lebih dari satu ini juga digunakan menjadi rukan atau rumah kantor.

Rumah toko memang biasanya terdapat di lokasi yang cukup strategis, dan mudah untuk diakses. Ruko sendiri adalah bangunan tingkat dua lantai atau lebih yang ide awal rancangan ruko atau rukan yang kini mulai menghiasi lokasi-lokasi strategis di kota-kota besar di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak dulu kala.

Perkampungan “Kota China” pada abad ke-11 di timur laut Sumatera dipercaya sebagai Pecinan pertama di Indonesia yang dikatakan Marco Polo yang pernah mengunjungi permukiman tersebut pada akhir abad ke-13.

Bangunan berbentuk ruko memang bisa meminimalisasi penggunaan lahan untuk berdirinya. Jadi memang memilih ruko sebagai tempat tinggal sangatlah hemat secara lahan, jadi peluasan bangunan ke arah atas, artinya penambahan tingkat berguna untuk menambah lahan hunian.

Bangunan ruko itu sendiri adalah salah satu tipe dari beberapa tipe rumah pada permukiman China peranakan. Berbeda dengan permukiman di daratan China, tiap rumahnya berupa kompleks bangunan dilengkapi denganhalaman, pecinan yang ada di Indonesia terbentuk dari gugusan ruko-ruko milik orang biasa yang sederhana, sempit, dan minim ornamen. Meski demikian, tipe bangunan ruko sebetulnya merupakan solusi dari keterbatasan lahan yang tersedia.

Lantai pertama biasanya digunakan untuk tujuan berbisnis atau berwirausaha seperti tempat menjual barang atau jasa, sedangkan fungsi rumah ada di lantai atas. Biasanya juga setiap unit ruko terletak berdampingan dengan unit ruko yang lainnya. Perkembangannya pun secara linier ke samping, sehingga permukiman pecinan umumnya berupa deretan yang panjang dan saling berhadapan.

Terdapat jalur sirkulasi manusia atau kendaraan sebagai pemisah bangunan yang berhadapan. Kawasan belanja Pasar Baru adalah salah satu contoh pecinan yang masih ada saat ini dengan pola permukiman seperti dijelaskan di atas.

Itu sedikit tentang ruko zaman dulu. Lantas bagaimana dengan ruko saat ini. Saat ini pusat perbelanjaan sudah menjadi tempat yang rutin selalu ramai. Selain sudah menjadi rutinitas, masyarakat masa kini memang memerlukan kebutuhan yang cukup banyak, apalagi di wilayah perkotaan, ramainya pusat perbelanjaan juga menyebabkan banyak sekali bangunan ruko baru yang memenuhi ruang kota.

Desain ruko dengan pola denah yang memanjang ke belakang, terdiri dari 2 - 3 lantai atau lebih, dan letaknya berjajar-jajar, masih menjadi tren ruko hingga saat ini. Bedanya, fungsi rumah di lantai atas telah banyak dihilangkan. Kini ruko hanya menampung kegiatan komersial. Lantai atas telah berubah fungsinya, ada yang dijadikan tempat berjualan, tempat kerja, bahkan tempat penyimpanan barang.

Membuat ruko artinya menggabungkan rumah sekaligus tempat berbisnis namun tidak mutlak dalam bentuk toko, andapun bisa membuatnya dengan desain yang sangat menarik atau minimalis.

Namun tidak hanya ruko yang bisa menggunakan satu hunian untuk rumah tinggal dan tempat bisnis. Anda juga bisa menjadikan rumah biasa menjadi kamar indekos dengan memanfaatkan salah satu kamar anda, membuat rental atau warnet juga bisa menjadi pilihan.