Film The Mortal Instruments: City of Bones - Prajurit Muda Setengah-Malaikat Lindungi Dunia dari Iblis

Film The Mortal Instruments: City of Bones menceritakan tentang seorang remaja yang tampaknya biasa, Clary Fray, tinggal di New York City bersama ibunya. Gadis yang kemudian menjadi saksi pembunuhan di klub Pandemonium dan setelah itu, ibunya diculik dari rumah mereka.

Clary mendapati dirinya berasal dari keturunan Shadowhunters, sekelompok prajurit muda setengah-malaikat yang berjuang melindungi dunia dari Iblis. Dia bergabung dengan grup yang memperkenalkan sisi lain New York yang disebut Downworld dimana dipenuhi dengan makhluk mematikan

Sebelum tayang di bioskop Amerika Serikat, film terbaru arahan sutradara Harald Zwart berjudul The Mortal Instruments: City of Bones telah sukses mencuri perhatian publik Toronto, Kanada lewat pagelaran gala premiernya. Acara yang digelar pada hari Jumat (16/8) tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh seluruh pemainnya seperti Lily Collins, Jamie Campbell Bower dan Jemima West.

Seperti diketahui, The Mortal Instruments: City of Bones menjadi salah satu film yang paling dinanti saat ini. Walau belum mulai tayang, tapi pihak Constantin Film Production sudah berencana untuk membuat sekuelnya yang berjudul The Mortal Instruments: City of Ashes. Sekuel The Mortal Instruments: City of Bones akan memulai produksinya pada bulan September dan tetap mempercayakan Harald Zwart sebagai sutradara.

Secara garis besar The Mortal Instruments: City of Bones mengisahkan tentang seorang remaja putri yang bergabung dengan pasukan penjaga bumi dari serangan iblis, pasca ibunya wafat. Dia pun akhirnya mendapat tugas yang sangat berbahaya di wilayah yang disebut Downworld.

Film yang diadaptasi dari novel laris karya Cassandra Clare ini diyakini oleh sutradara Harald Zwart bisa menjadi idola positif bagi para penonton, khususnya remaja. Keunikan adalah salah satu faktor yang membuat saya bersedia menggarap film ini. "Saya punya seorang putri dan sangat penting baginya punya idola yang sehat. Kita butuh kekuatan wanita untuk menginspirasi para remaja, sama halnya seperti film Karate Kid. Kisah seperti itulah yang saya inginkan dan pada akhirnya saya menemukan novel Casandra,\" ujar Harald saat gala premier.

"Di film ini saya sangat puas dengan kualitas para pemain. Darisini saya tahu sampai batas mana mereka bisa memacu kualitasnya," tambahnya.

BERITA TERKAIT

Industri Galangan Kapal Perlu Manfaatkan Peluang Tol Laut - Dunia Usaha

NERACA Jakarta – Pemerintah telah mengalokasikan anggaran bagi pembangunan kapal-kapal negara untuk memenuhi kebutuhan moda transportasi laut di dalam negeri.…

Dari Semarang Ke Banjarmasin dan Palembang - Citilink Buka Rute Penerbangan

NERACA Jakarta -Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia kembali membuka dua rute penerbangan langsung Semarang - Palembang dan Semarang -…

Intiland Catatkan Penjualan Rp 3 Triliun - Melesat Dari Target

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil meraih pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar Rp3 triliun hingga…

BERITA LAINNYA DI RESENSI FILM

Love The Coopers: Kejutan untuk Klan Cooper

Film komedi barat berjudul “Love The Coopers” ini merupakan film yang berceritakan mengenai empat generasi dari klan Cooper yang datang…

Wujudkan Impian dengan Zikir 99 Asmaul Husna

Menurut etimologi,  Asmaul Husna berasal dari kata Al Asma dan Al Husna, yang artinya nama-nama yang indah. Secara istilah Asmaul…

Pride and Prejudice and Zombies

Pride and Prejudice and Zombies adalah salah satu film horor arahan arahan sutradara Burr Steers yang rilis di awal tahun…