BMTR Kembali Buyback 15,33 Juta Saham

Kamis, 03/10/2013

PT Global Mediacom Tbk (BMTR) kembali meralisasikan pembelian kembali (buyback) sahamnya. Kali ini perseroan menggelontorkan dana mencapai Rp32,19 miliar untuk membeli 15,33 juta sahamnya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (2/10)

Harga rata-rata per saham yang dibeli senilai Rp2.100 dengan jumlah saham yang dibeli kembali sebanyak 15.329.000 saham. Transaksi tersebut telah dilakukan pada 30 September lalu. Transaksi pembelian kembali saham tersebut merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor.2/POJK.04/2013 tanggal 23 Agustus 2013 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Peraturan Publik Dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan (buyback). Berdasarkan peraturan tersebut diketahui bahwa masa pemeblian kembali saham masih dapat dilakukan hingga OJK mencabut surat edaran atau peraturan tersebut.

Sebelumnya, perseroan juga telah melakukan pembelian kembali saham sebanyak 13,67 juta saham dengan harga Rp1.694 per saham. Dana yang dikeluarkan perseroan sebesar Rp23,17 miliar dan buyback tersebut direalisasikan pada 30 Agustus mendatang.Dalam aksi buyback saham, perseroan menunjuk PT MNC Securities (terafiliasi) sebagai perantara perdagangan efek. Langkah buyback ini, akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BIE) maupun cara lainnya.

Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada pernah bilang, dalam melakukan buyback saham harus diperhatikan jumlah saham yang beredar. Sehingga kisaran buyback yang dapat membantu harga saham naik adalah 20% dari saham yang beredar.

Selain itu, dia menilai untuk saat ini langkah buyback tidak akan terlalu berdampak terhadap pergerakan indeks saham emiten tersebut. Hal ini dikarenakan kondisi indeks saat ini adalah rawan sentimen dan terkoreksi, bukan masalah pada fundamental perusahaan.

Jadi, langkah buyback yang diambil emiten hanya akan menguntungkan emiten tersebut ketika melapas kembali sahamnya saat harganya sudah bagus. Dia menyarankan investor juga ikut mengambil langkah buyback emiten tersebut, sehingga dapat mengambil keuntungan yang sama seperti yang akan diterima emiten nantinya. (nurul)