Muliaman Dicecar KPK Soal Rapat KSSK

NERACA

Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Muliaman Darmansyah Hadad, mengaku dicecar pertanyaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi terkait rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada 24 November 2008 silam. \"Saya dipanggil untuk menjadi saksi tersangka Budi Mulya. Saya diklarifikasi beberapa hal terkait beberapa pertemuan,\" kata Muliaman usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/10) malam.

Dia juga mengaku bahwa penyidik menggali informasi soal rapat KSSK yang akhirnya menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. \"Salah satunya ya. Tetapi belum selesai, nanti masih akan dieksplore lagi,\" ujar Muliaman, yang diperiksa KPK selama hampir sembilan jam.

Muliaman, yang pada 2008 menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, diduga mengetahui soal pemberian FPJP kepada Bank Century dan penetapan sebagai bank gagal berdampak sistemik. Saat ditanya sikapnya soal penentuan status Bank Century dalam rapat KSSK tersebut, dia mengaku setuju dengan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

\"Itu diputuskan oleh KSSK. Kita menenggarai bahwa itu adalah sistemik,\" katanya singkat. Sebelumnya, Muliaman pernah diperiksa dalam kasus yang sama pada 14 Februari 2013 lalu. [ant]

BERITA TERKAIT

KPK Fasilitasi Kejaksaan Tangkap DPO Perkara Korupsi di Bali

KPK Fasilitasi Kejaksaan Tangkap DPO Perkara Korupsi di Bali NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memfasilitasi Kejaksaan Agung membantu…

KPK-BPJS Ketenagakerjaan Sepakati Pencegahan Korupsi

KPK-BPJS Ketenagakerjaan Sepakati Pencegahan Korupsi NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menandatangani…

Panitia Seleksi: Belum Ada Kandidat Isi Posisi Sekjen KPK

Panitia Seleksi: Belum Ada Kandidat Isi Posisi Sekjen KPK NERACA Jakarta - Panitia Seleksi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Pemberantasan Korupsi…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Fintech Ilegal Berasal dari China, Rusia dan Korsel

  NERACA   Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis…

Laba BNI Syariah Tumbuh 35,67%

    NERACA   Jakarta - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67 persen dibandingkan…

Pemerintah Terbitkan Sukuk US$ 2 miliar

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua…