Tambah Modal, Chandra Asri Gelar Rights Issue

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) akan melakukan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I/rights issue) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Melalui aksi korporasi ini, perseroan mengincar dana sekitar US$ 130 juta untuk mendukung proyek peningkatan kapasitas produksi naphta cracker perseroan. Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (30/9).

Rencananya, perseroan akan melepas sebanyak 220.766.142 saham baru atau 7,2% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh pemegang saham. Mekanismenya, setiap pemegang 500 saham lama memiliki hak 36 HMETD. Setiap satu HMETD memiliki hak untuk membeli satu saham baru perseroan dengan harga pelaksanaan Rp6.750 setiap saham.

Adapun nilai nominal saham baru pada PUT I ini sebesar Rp1.000/saham. Dengan demikian, total dana yang akan diperoleh perseroan pada PUT I ini sebesar USD130 juta setara Rp1,5 triliun. Tercatat, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan SCG Chemicals. Co. Ltd. Sebagai pemegang saham mayoritas perseroan. Keduanya, disebut sebut mendukung sepenuhnya upaya penambahan modal melalui PUT I CAP untuk memuluskan rencana pertumbuhan perseroan.

Magna Resources Corporation Pte., Ltd, pemegang saham mayoritas BRPT, akan bertindak sebagai pembeli siaga atas seluruh sisa saham baru yang tidak diambil (exercised) haknya oleh para pemegang saham perseroan.

Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, Erwin Ciputra mengatakan, seluruh dana yang diperoleh pada rights issue tersebut akan digunakan untuk mendukung pendanaan proyek peningkatan kapasitas produksi naphta cracker perseroan. Selain itu, perseroan juga menambah modal dalam rangka partisipasi joint venture untuk membangun pabrik Synthetic Butadiene Rubber baru.

Peningkatan kapasitas produksi bahan baku petrokimia tersebut akan meningkatkan produksi berbagai produk petrokimia Perseroan, seperti Ethylene, Propylene, Py-Gas, Mixed C4, dan berbagai produk turunan lainnya.

Rencana right issue ini masih menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan persetujuan dari pemegang saham Perseroan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada 31 Oktober 2013.(lia)

BERITA TERKAIT

BEI Padang Ikut Gelar Tes Serentak CMP DP

Sebanyak 86 peserta mengikuti tes tertulis tenaga profesional pasar modal untuk mengikuti Capital Market Professional-Development Program (CMP-DP) 2018 yang diselenggarakan…

Waspadai Investasi Bodong Berkedok Agama - MAMI Edukasi Pasar Modal Syariah

NERACA Jakarta – Dalam rangka meningkatkan penetrasi dan pengembangan industri pasar modal syariah, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menggandeng…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dicatatkan di Singapura - Garuda Optimis Bond Mampu Diserap Pasar

NERACA Jakarta – Danai pelunasan utang, PT Garuda Indonesia (Persero) bakal menerbitkan global bond dan hingga US$ 750 juta. Aksi…

OJK Edukasi Pasar Modal Syariah di Bekasi

  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengintensifkan sosialisasi seputar pasar modal berbasis syariah guna meningkatkan pengetahuan dan penerimaan masyarakat seperti dilakukan…

META Bagikan Dividen Rp 2,5 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) bakal membagikan dividen interim kepada seluruh pemegang saham sebesar Rp 2,5 per…