XL Axiata Sepakati Akuisisi 95% Saham AXIS

Jumat, 27/09/2013

NERACA

Jakarta- Setelah menempuh perdebatan panjang soal hukum, akhirnya PT XL Axiata Tbk (EXCL) memperoleh kesepakatan untuk mengakuisisi PT Axis Telekom Indonesia. Hal tersebut seiring ditandatanganinya perjanjian jual beli bersyarat (conditional Sales Purchase Agreement-CSPA) oleh perseroan dengan Saudi Telecom Telecom Company (STC) dan Teleglobal Investment B.v. (Teleglobal), yang merupakan anak perusahaan STC.

Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk Hasnul Suhaimi mengatakan, transaksi ini dinilai akan dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi perseroan saat ini dan memberikan kapasitas yang akan bermanfaat bagi para stakeholders,“Dengan akuisisi AXIS, perseroan akan mengukuhkan posisinya sebagai salah satu operator terdepan sekaligus memperkuat kepemimpinannya di layanan data mobile. Kami yakin seluruh pemain di industri sepakat bahwa konsolidasi harus terjadi di industri telekomunikasi.”katamya dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (26/9).

Selain meningkatkan pertumbuhan di sektor telekomunikasi, sambung dia, aksi korporasi ini akan membuat XL mampu untuk memberikan kualitas layanan jaringan 2G dan 3G. Secara operasional, XL dan Axis juga dapat melakukan pemanfaatan aset optimal karena ada penghematan pada belanja modal dan operasional.

Pendayagunaan aset yang lebih baik, kata dia, terutama untuk menara BTS XL dan peralatan jaringan, dengan pengurangan signifikan pada belanja modal (CAPEX) dan belanja opersional. Dalam transaksi ini XL akan membayar nilai nominal saham yang disepakati dan akan membayar sebagian dari utang dan kewajiban AXIS. Kesepakatan perjanjian jual beli ini meliputi yaitu Teleglobal akan menjual 95% saham di AXIS kepada XL. 100% nilai perusahaan AXIS dinilai sebesar S$865 juta, dengan catatan buku AXIS bersih dari utang dan posisi kas nol (cash free and debt free).

Transaksi ini akan diselesaikan setelah terpenuhinya kondisi-kondisi yang dipersyaratkan antara lain diperolehnya persetujuan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan diperolehnya pendapat dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha. Transaksi ini kemungkinan diselesaikan selambat-lambatnya pada 31 Maret 2014.

Selain itu, perseroan juga akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT XL Axiata Tbk untuk melakukan aksi korporasi itu. Hal ini dilakukan sesuai ketentuan peraturan Nomor IX.E.2 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha utama. “Kami akan selalu mematuhi semua peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, serta berkonsultasi dengan pemerintah terkait dan para pihak yang berwenang lainnya selama proses akuisisi berlangsung.” jelasnya.

Catatan saja, hingga semester pertama 2013, perseroan mencatatkan pendapatan naik menjadi Rp10,29 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp10,12 triliun.Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp670,42 miliar pada semester pertama 2013 dari periode semester pertama 2012 sebesar Rp1,46 triliun. Total liabilitas dan ekuitas perseroan naik menjadi Rp38,43 triliun pada semester pertama 2013 dari posisi Desember 2012 senilai Rp35,45 triliun. Kas dan setara kas perseroan naik menjadi Rp1,9 triliun pada 30 Juni 2013 dari posisi 31 Desember 2012 senilai Rp791,80 miliar. (lia)