Antam Matangkan Rencana Terbitkan Obligasi

Nilainya Sekitar Rp 1 Triliun

Kamis, 26/09/2013

NERACA

Jakarta – Guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berencana menerbitkan surat utang atau obligasi senilai Rp 1 triliun. Hanya saja, rencana tersebut masih di kaji jadi atau tidaknya dan keputusan tersebut ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2013.

Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk, Tato Miraza mengatakan, rencana perseroan dalam menerbitkan obligasi sebesar Rp1 triliun masih terus dikaji dengan melihat kondisi pasar yang seperti ini."Keputusannnya nanti di akhir bulan Oktober ini. Kita terbitkan obligasi atau tidak,”ujarnya di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan, hasil penerbitan obligasi sebesar Rp1 triliun akan digunakan perseroan untuk mendukung usaha di tahun-tahun mendatang. Tercatat, sudah menerbitkan obligasi senilai Rp3 triliun dan sisanya tinggal Rp1 triliun karena perseroan sudah mendapatkan izin dalam penerbitan obligasi sebesar Rp4 triliun. Lebih lanjut dia mengatakan, ketika obligasi diterbitkan dananya akan dialokasikan untuk pengembangan proyek di Pomala, Sulawesi Tenggara.

Sebagai informasi, perseroan tengah membangun pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) yang berlokasi di Tayan, Kalimantan Barat dan bersiap memulai commissioning pabrik yang direncanakan pada akhir bulan Oktober 2013. “Saat ini tim kami sedang fokus untuk mempersiapkan commissioning pabrik CGA Tayan pada akhir bulan Oktober 2013. EPC progress proyek CGA Tayan sampai dengan akhir bulan Agustus 2013 telah mencapai 97%.” kata Tato Miraza.

Konstruksi proyek CGA Tayan sendiri, menurut dia, telah berjalan sejak Juni 2011 dan akan mengolah cadangan bauksit ANTAM untuk memproduksi 300.000 ton CGA per tahun. Komoditas CGA Tayan ini selanjutnya akan diekspor ke Jepang dan negara-negara lainnya, termasuk pasar domestik Indonesia.

Jika smelter grade alumina digunakan untuk pembuatan logam aluminum, kata dia, produk CGA yang diproduksi akan diaplikasikan untuk memproduksi bahan pendukung komponen fungsional dan komponen elektronik. Beberapa komponen tersebut antara lain refractories, abrasives, produk bangunan, Integrated Circuit (IC), bahan untuk LCD screen dan lain-lain.

Proyek CGA Tayan, sambung dia, dikembangkan oleh PT Indonesia Chemical Alumina (ICA), yang merupakan perusahaan patungan antara perseroan dengan Showa Denko K.K. (SDK) Jepang. Tercatat, perseroan memiliki 80% saham PT ICA dengan sisa kepemilikan 20% saham dipegang oleh SDK. “Pendanaan proyek berasal dari internal ANTAM dan SDK pinjaman dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) serta pinjaman komersial.” imbuhnya. (bani)