Genjot Penjualan, Jababeka Garap Proyek Mixed Used

Bangun Perusahaan Baru

Kamis, 26/09/2013

NERACA

Jakarta-PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Plaza Indonesia Realty Tbk secara resmi mendirikan perusahaan PT Jababeka Plaza Indonesia. Pendirian perusahaan ini sebagai realisasi dari nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani keduanya pada 3 Juni 2013 dalam rangka kerja sama usaha patungan di kawasan area Jababeka. Informasi tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama KIJA, Budianto Liman di Jakarta dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (25/9).

Disebutkan, penyertaan saham perseroan dalam PT Jababeka Plaza Indonesia adalah 70%. PT Jababeka Plaza Indonesia sendiri didirikan dengan tujuan untuk pembangunan mixed use development di kawasan Jababeka di atas lahan sekitar 4 hektar. Selanjutnya, perusahaan yang baru dibentuk ini akan beroperasi secara komersial dengan memperhatikan segala ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam rencana bisnisnya, pembangunan mixed used developments ditujukan untuk kalangan menengah dan atas. Proyek tersebut meliputi pusat perbelanjaan, convention hall, hotel berbintang, apartemen dan perkantoran. Proyek tersebut akan dibangun di kawasan seluas 16 hektare dan bersebelahan dengan Jababeka Golf Course.

Komisaris Utama Jababeka Residence, Tanto Kurniawan sebelumnya mengatakan, dalam beberapa bulan lagi, kedua perusahaan akan mendapatkan gambaran luas yang akan dibangun. Kedua perseroan telah mencadangkan dana belanja modal bukan hanya untuk satu proyek, melainkan untuk beberapa proyek. Selain proyek mixed used developments, akan dibangun beberapa gedung apartemen pada Oktober tahun 2013.

Menurut dia, ground breaking proyek tersebut diperkirakan akan dilakukan pada tahun 2014. Namun, hal tersebut tergantung dari beberapa aspek, terutama dari studi, pendanaan dan marketing. Targetnya, proyek mixed used development menyasar 10 ribu ekspatriat yang tinggal di Jababeka. Namun, dia meyakini market untuk kawasan di luar Jababeka, seperti Harapan Indah, Lippo Cikarang, Grand Wisata dan Karawang memiliki potensi yang lebih besar lagi.

Untuk merealisasikan proyek-proyek tersebut, kedua perusahaan sepakat untuk membentuk dua perusahaan patungan baru. Pertama, PT Plaza Indonesia Jababeka Realty dengan komposisi Plaza Indonesia sebesar 70% dan Jababeka Residence sebesar 30%. Kedua, PT Jababeka Plaza Indonesia Realty dengan komposisi masing-masing 70% dan 30%.

Selain mengembangkan kawasan industri di Cikarang dan Cilegon, perseroan berencana mengembangkan kawasan industri pariwisata di Tanjung Lesung. Proyek pembangunan kawasan industri wisata ini akan dikembangkan perseroan melalui anak perusahaannya, PT Banten West Java Tourism Development (BWJ). Pada proyek terbarunya ini, BWJ menggandeng investor asal China dengan nilai investasi awal mencapai US$ 50 juta. Di lahan seluas 300 hektar dari total 1.500 hektar milik BWJ ini rencananya akan dibangun Marina Lapangan Golf, Exibition Center, 4 hotel yang masing-masing terdiri dari 100 kamar, serta 2 ribu villa. (lia)