Walikota Laksanakan Panen Raya di Neglasari

Kota Sukabumi

Rabu, 25/09/2013

Sukabumi - Walikota Sukabumi H Mohamad Muraz bersama unsur Dinas Pertanian Propinsi Jawa Barat, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jabar, PT Pupuk Kujang, KTNA Kota Sukabumi, dan para kelompok tani dari kecamatan Baros melaksanakan panen raya di Kampung Neglasari, Kelurahan Jaya Mekar, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Selasa (24/9).

Usai kegiatan, Walikota mengatakan, meskipun dalam keadaan musim kemarau, di Kota Sukabumi masih bisa panen padi di areal sawah yang cukup luas. Tidak kurang dari 100 hektar tanaman padi akan dipanen pada September ini, sementara di daerah lain banyak yang terkena bencana kekeringan. “Apalagi panen di Kampung Neglasari tersebut sistem panen Demonstrasi Plot (Demplot) pengunaan Pupuk Kujang dan Display Varietas padi oleh PT Pupuk Kujang”, kata dia.

Muraz juga berharap, penyelenggaraan panen dapat lebih menggairahkan para petani dalam mendukung program peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) di Kota Sukabumi. Begitu juga untuk mewujudkan swasembada pengan, tidak terlepas dari peran masyarakat tani sebagai pelaksana program, peran peneliti sebagai pencari teknologi, dinas atau lembaga terkait sebagai penentu kebijakan teknis terutama fasilitas sarana produksi. “Dengan demikian kegiatan panen ini merupakan hasil kerjasama antara petani, peneliti, pemerintah, penyuluh dan perusahaan pupuk diantaranya Pupuk Kujang”, kata Walikota.

Sementara itu, Direktur Komersil Pupuk Kujang Illiana Arifiandi menjelaskan, Panen padi di Kampung Neglasari Kota Sukabumi seluas dua hektar, dengan menghasilkan padi sebanyak 7,3-13,4 ton perhektar, dengan menggunakan pupuk NPK Kujang. Demplot ini menggunakan dua jenis pemupukan, yakni satu hektar lahan menggunakan pupuk Urea dan pupuk NPK Granul, sementara 1 hektar lagi menggunakan Pupuk Urea dan Pupuk Kujang Blending.

Pada Demplot ini para petani juga diperkenalkan penggunaan padi jenis baru yaitu varietas padi Inpari 12,14, 18, 19, 20 dan Sintanur yang pengadaannya bekerjasama dengan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Lembang. “Dari Demplot ini dapat dilihat bahwa penggunaan pupuk NPK Kujang serta Varietas padi dari BPPT Lembang ini dapat meningkatkan produksi pertanian hingga 13,4 ton/ha”, kata Illiana.

Dirinya menjelaskan, sebagai informasi luas, luas lahan di Sukabumi mencapai 66.571 hektar yang terdiri dari 1.500 hektar untuk wilayah Kota Sukabumi dan untuk Kabupaten Sukabumi seluas 65.000 hektar dengan 47 lokasi. ”Saat ini, panen demplot NPK Kujang di Kota Sukabumi akan dilaksanakan di delapan lokasi termasuk lokasi panen dengan luas lahan masing-masing dua hektar. Dan nantinya bisa dihitung potensinya apabila 66.000 ha luas sawah di Sukabumi menggunakan metode ini”, kata dia.

Pada kesempatan tersebut dirinya juga menyampaikan kebijakan baru yang diterapkan PT Pupuk Indonesia diantaranya mengenai rayonisasi mitra pupuk organik. Saat ini, mitra organik di Sukabumi telah menjadi mitra PT Pupuk Kujang, tidak lagi menjadi mitra PT Petrokimia Gresik.