Rawan Profit Taking, IHSG Bergerak Konsolidasi

Senin, 23/09/2013

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham Jum’at akhir pekan, seharian sejak pembukaan perdagangan hingga penutupan pasar berada di zona merah. Derasnya aksi profit taking di perdagangan akhir pekan membuat indeks terus terkoreksi. Saham-saham unggulan yang sudah naik tinggi langsung jatuh cukup dalam.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, pelaku pasar pada akhir pekan kemarin kembali mengambil posisi lepas saham setelah penguatan yang cukup signifikan pada hari Kamis sebelumnya, “Pelaku pasar kembali memantau sentimen di dalam negeri seperti inflasi, neraca transaksi berjalan Indonesia. Namun, pemerintah yang terus melakukan upaya untuk menjaga kestabilan ekonomi Indonesia diharapkan dapat membuat investor kembali masuk ke pasar modal," kata Reza di Jakarta akhir pekan kemarin.

Sementara itu, analis HD Capital, Yuganur Wijanarko menambahkan, penguatan IHSG BEI yang disebabkan oleh eforia stimulus Bank Sentral AS atau the Fed pada hari Kamis (19/9) akhirnya tertahan oleh aksi jual pelaku pasar pada Jumat. Secara teknikal, lanjut Yuganur, penutupan indeks BEI pada akhir pekan tidak sesuai dengan target secara mingguan, maka indeks BEI saat ini masuk dalam fase konsolidasi antara 4.500--4.800 poin.

Berikutnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan diproyeksikan akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Beberapa saham yang layak di koleksi adalah Aneka Tambang (ANTM), PT Timah (TINS), Alam Sutera (ASRI), Bukit Sentul (BKSL).

Tercatat pada perdagangan Jum’at akhir pekan, IHSG ditutup ambruk 86,905 poin (1,86%) ke level 4.583,828. Sementara Indeks LQ45 ditutup anjlok 19,860 poin (2,50%) ke level 773,934. Indeks sektor konsumer jadi satu-satunya yang menguat. Sembilan sektor lainnya melemah di zona merah. Investor asing tidak banyak bergerak dalam perdagangan kali ini.

Transaksi investor asing melakukan pembelian bersih (foreign net sell) senilai Rp 76,6 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 146.881 kali pada volume 7,191 miliar lembar saham senilai Rp 6,086 triliun. Sebanyak 87 saham naik, sisanya 178 saham turun, dan 89 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia kompak melemah menutup perdagangan akhir pekan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 32.000, Bank Mega (MEGA) naik Rp 400 ke Rp 2.000, Inti Bangun (IBST) naik Rp 250 ke Rp 5.750, dan Matahari (MPPA) naik Rp 150 ke Rp 2.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 1.300 ke Rp 19.150, Indocement (INTP) turun Rp 800 ke Rp 20.700, Mayora (MYOR) turun Rp 700 ke Rp 32.500, dan Charoen (CPIN) turun Rp 650 ke Rp 3.550.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup anjlok 62,685 poin (1,34%) ke level 4.608,048. Sementara Indeks LQ45 jatuh 12,936 poin (1,63%) ke level 780,858. Aksi jual banyak dilakukan investor domestik, sementara asing juga ikut-ikutan meski tidak terlalu getol. Saham-saham bluechip di sektor finansial terkena koreksi paling dalam.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 83.126 kali pada volume 4,935 miliar lembar saham senilai Rp 3,047 triliun. Sebanyak 74 saham naik, sisanya 167 saham turun, dan 75 saham stagnan. Bursa-bursa regional masih kompak melemah di zona merah menemani IHSG.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Solusi Tunas(SUPR) naik Rp 100 ke Rp 7.700, Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 100 ke Rp 6.750, Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 100 ke Rp 2.700, dan Electronic City (ECII) naik Rp 100 ke Rp 3.475.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 140.000 ke Rp 1,2 juta, United Tractor (UNTR) turun Rp 500 ke Rp 17.200, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 350 ke Rp 8.900, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 250 ke Rp 14.950.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 15,21 poin atau 0,33% menjadi 4.655,52. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 3,88 poin (0,49%) ke level 789,91. Analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro mengatakan, indeks BEI bergerak melemah pada Jumat akhir pekan menyusul pelaku pasar yang cenderung mengambil posisi ambil untung pasca kenaikan signifikan pada hari sebelumnya, “IHSG cukup rawan 'profit taking' seiring penguatan signifikan yang terjadi kemarin (19/9) dan ditambah dengan sentimen negatif dari nilai tukar rupiah yang kembali melemah di pasar 'non deliverable forward' (NDF),”ungkapnya.

Menurut dia, beberapa sektor yang menguat signifikan pada perdagangan sebelumnya seperti konstruksi, properti, perbankan, dan semen sudah diperkirakan bergerak melemah. Level batas bawah indeks BEI pada akhir pekan diperkirakan di 4.600 poin.

Sementara itu, Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah dalam risetnya mengatakan euforia pasar pascakebijakan The Fed untuk tetap melanjutkan program "Quantitative Easing" diperkirakan masih akan dimanfaatkan oleh investor, sehingga apresiasi IHSG diperkirakan berlanjut pada perdagangan akhir pekan.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 385,06 poin (1,67%) ke level 23.502,51, indeks Nikkei-225 naik 30,97 poin (0,21%) ke level 14.795,65, dan Straits Times melemah 7,79 poin (0,39%) ke posisi 3.005,58. (bani)