Hadapi MEA, Perusahaan Dituntut Terapkan GCG

Menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 nantinya, rupanya menjadi tantangan antara peluang atau musibah menghadapi persaingan terbuka industri keuangan bank dan non bank, termasuk bagi industri pasar modal.

Maka untuk meningkatkan daya saing di MEA nanti, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nelson Tampubolon mengatakan, perusahaan terbuka harus siap menghadapi MEA 2015 nanti, “Perusahaan terbuka, termasuk perbankan harus siapkan diri menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Hal itu diharapkan dapat menjadi sarana yang bagus bagi perusahaan terbuka untuk terus membenahi diri, kita semua memiliki harapan yang besar,”ujarnya di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, perusahaan terbuka harus terus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) agar dapat bersaing dengan perusahaan di negara lainnya. Nantinya diharapkan, melalui tata kelola yang baik gejolak ekonomi sudah dapat diantisipasi.

Lanjut Nelson, saat ini pihaknya sudah memasuki tahap finalisasi untuk merampungkan model pengawasan industri jasa keuangan. Diharapkan, selesai menjelang beralihnya fungsi pengawasan perbankan dari Bank Indonesia ke OJK pada 2014 mendatang.\"Model pengawasan lembaga-lembaga keuangan sudah hampir kami rampungkan bersama-sama dengan Bank Indonesia. Namun, kalau regulasi saya pikir belum di 2014,\" kata dia.

Menurut Nelson, model pengawasan yang tengah dikembangkan OJK itu terintegrasi antara pasar modal, industri kuangan non-bank dan perbankan.\"Kami mencoba mengembangkan pola pengawasan dengan mengintegrasikan data dari masing-masing kelompok usaha,\" katanya.

Kata Nelson, pihaknya juga akan mengatur permodalan, likuiditas, dan penerapan tata kelola industri keuangan.\"Sementara untuk \'holding\' perusahaannya, nanti akan menjadi bagian berikutnya yang akan diatur,\" ujarnya. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

11 Perusahaan Kosmetik Asal Taiwan Ikut Misi Dagang di Indonesia

  NERACA Jakarta - Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) dan 11 perusahaan kosmetik dan perawatan kulit asal Taiwan yang…

Memelihara Pertumbuhan Perusahaan

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Dampak dari praktik mekanisme pasar, dan iklim persaingan yang makin ketat…

BBJ Banyak Dilirik Perusahaan Asing - Miliki Potensi Besar

NERACA Malang, Jawa Timur  - Meski diakui belum optimalnya penetrasi literasi masyarakat di industri bursa berjangka, namun beberapa pengembangan produk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot - Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

Tingkatkan Layanan Digital - Taspen Kerjasama Sinergis Dengan Telkom

NERACA Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Taspen (Persero) bersinergi mengembangkan dan mengimplementasikan digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun…

XL Hadirkan Asisten Virtual MAYA

Dinamisnya era digital mengharuskan perusahaan untuk terus melakukan inovasi teknologi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Tidak sebatas produk, layanan pelanggan…