Menuai Rupiah dari Bisnis Perjalanan Wisata

Sabtu, 21/09/2013

Bisnis agen perjalanan wisata kini mulai menjamur. Hal ini disebabkan banyak orang yang bepergian, secara otomatis hal tersebut membutuhkan jasa agen perjlanan wisata. Peningkatan ekonomi masyarakat Indonesia juga turut mendorong berkembangnya bisnis ini.

NERACA

Bisnis agen perjalanan wisata pada kenyataannya tidak pernah sepi, baik para pemain baru atau pemain berpengalaman, hingga agen perjalanan wisata yang menawarkan kemitraan atau waralaba. Menjadikan bisnis ini semakin ketat persaingannya. Meski demikian, peluang usaha ini tetap besar mengingat perekonomian masyarakat Indonesia berkembang.

Akibatnya, keinginan untuk melepas penat dengan pelesir di dalam maupun luar negeri, semakin besar. Nah, peluang inilah yang coba ditangkap para pebisnis seperti Rangga dengan Maple Adventure-nya.

Dia melihat peluangnya tetaplah besar meskipun persaingan cukup ketat. Hanya saja, pemilik usaha harus pandai-pandai mengemas usahanya untuk memenangkan persaingan. Misalnya, dengan memberikan pelayanan yang tidak diberikan agen perjalanan wisata lainnya.

“Dengan adanya agen perjalanan wisata akan memudahkan masyarakat yang ingin liburan. Soal minat jangan diragukan lagi, asal kita mempu mengemas bisnis dengan baik, pelanggan pun akan datang dengan sendirinya,” ujar Rangga.

Ya, bisnis agen perjalanan wisata bisa berkembang, jika pemiliknya rajin menambah pilihan paket yang dibutuhkan konsumen dengan harga terjangkau. Terlebih soal harga, pastinya yang pertama dilakukan konsumen adalah membandingkan harga dari satu agen ke agen lainnya.

Tetapi, dengan adanya kasus-kasus penipuan yang mengatasnamakan agen perjalanan wisata membuat pelanggan sekarang jadi lebih waspada, mereka lebih memilih perusahaan ternama, dan lebih teliti kala melakukan pembayaran.

Modal Usaha

Untuk memulai bisnis ini, memang alangkah lebih baiknya kalau disertai dana yang cukup. Karena dengan demikian pemilik lebih mudah mengatur bisnisnya. Kalau tidak pun usaha ini tetap dapat berjalan dengan baik asalkan punya networking yang baik.

“Modal saya tidak sampai Rp20 juta, karena untuk kantor saya gunakan bangunan seadanya, soal omzet masih kecil karena kita juga baru beroperasi,“ kata dia seraya menutup mulut soal omzet yang dihasulkan usaha agen perjalanan wisata miliknya.

Dia menuturkan, dalam mengembangkan usahanya, dia mencari ilmu travel ke beberapa daerah untuk dijadikannya sebuah program pada agen perjalanan wisata miliknya. Sehingga dia mampu menjabarkan segala yang ia lihat kepada pelanggan.

Bisnis Tiket Pesawat

Dengan semakin meningkatnya bisnis agen perjalanan wisata, berarti pula bisnis tiket pesawat turut terpengaruh. Kabarnya, bisnis ini akan cerah hingga tiga tahun ke depan. Makanya, pemerintah RI memprediksi bakal terjadi peningkatan penumpang pesawat domestik yang cukup besar sampai tahun 2015. Meskipun nantinya akan diberlakukan Open Sky, tetapi maskapai lokal tetap akan menikmatinya secara maksimal.

Ya, berdasarkan hitungan moderat Kemenhub di setiap tahun terjadi kenaikan penumpang sebesar 10%, maka pada 2015 jumlah penumpang angkutan penerbangan domestik menjadi 77,608 juta orang.