WIKA Targetkan Perusahaan Aspal Joint Venture Tuntas Tahun Ini - Mini Plant Aspal Kelar

NERACA

Jakarta – Besarnya permintaan aspal untuk proyek-proyek infrastruktur, menjadi strategi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) untuk berekspansi bisnis di aspal. Karena itu, perseroan berencana membuat perusahaan patungan penggarapan aspal alam dengan PT Timah Tbk (TINS).

Direktur Keuangan PT Wijaya Karya Tbk., Ganda Kusuma menegaskan, rencana pembentukan perusahaan patungan (joint venture) penggarapan aspal alam di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, antara WIKA dengan PT Timah Tbk (TINS) diharapkan tuntas tahun ini, setelah pembangunan pabrik kecil (mini plant) selesai. “Ini (joint venture) lagi di-follow-up setelah proyek mini plant selesai untuk produksi aspal buton di Cibinong, Jawa Barat," ucap Ganda di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Untuk itu, kata dia, perseroan berencana mendatangkan mesin dari Amerika Serikat bulan ini bernilai investasi Rp 300 miliar guna diuji coba dan dipakai untuk mendukung operasional mini plant tersebut.

Dia berharap, agar perusahaan BUMN konstruksi ini dapat menjadi pemilik mayoritas saham atau diatas 50% dari perusahaan joint venture tersebut. Sebelumnya, pada tahap awal WIKA akan memproduksi aspal buton 50.000 ton per tahun dan ditingkatkan hingga 300.000 ton per tahun. Pabrik aspal buton ini akan dibangun di Sulawesi Tenggara mendekati sumber bahan baku.

Ganda melanjutkan, bahwa mesin itu diuji coba di lokasi kawasan industri Cibinong, Jawa Barat, di mana pembangunannya dikerjakan sendiri dan diharapkan tuntas pada akhir tahun ini. Pembangunan mini plant merupakan proyek contoh dari pembangunan pabrik di Pulau Buton.

Pembangunan mini plant dilatarbelakangi oleh keyakinan WIKA melihat pasar aspal di Indonesia yang sangat menjanjikan namun sebagian masih dipasok dari luar negeri. Sebelumnya, WIKA telah memiliki fasilitas produksi yang berlokasi di kawasan industri WIKA Cileungsi, Jawa Barat, dengan kapasitas mencapai 1.000 ton per tahun.

Realisasi anggaran

Di tempat terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk. Abrun Abubakar mengatakan, perseroan memiliki cadangan timah hingga akhir Juni 2011 lalu mencapai 8.260 ton. Perseroan juga telah merealisasikan biaya operasi sebesar Rp 19,21 miliar dan biaya belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 22,32 miliar.

Dia menuturkan, kegiatan eksplorasi pada bulan lalu sebagian besar masih melanjutkan eksplorasi yang dilaksanakan pada Mei 2011. Saat itu aktivitas eksplorasi berupa pengeboran produksi dan pengeboran pemantapan yang dilakukan kapal Geotin II milik perseroan untuk RKK/KIP yang dilakukan tiga kapal bor Mitra di perairan Kundur Barat dan satu kapal bor Mitra di perairan Bangka Utara. “Untuk pengeboran di darat diarahkan untuk pengeboran pemantapan, yaitu berupa penyiapan RKK dan pemanduan penambangan tambang darat serta pemantapan untuk persiapan tambang besar," ujarnya. (ardi)

BERITA TERKAIT

WIKA Gedung Bangun Hotel di Mandalika

NERACA Jakarta – Menjelang rencana PT WIKA Gedung go publik, anak usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus…

3 Tahun Evaluasi Ekonomi Jokowi-JK

    Oleh: Bhima Yudhistira Adhinegara Peneliti INDEF               Presiden Jokowi-JK punya dua jurus yang selalu dibawa kemanapun ia…

Jamur Ajaib Ini Dapat Membantu Kurangi Gejala Depresi

Senyawa psikoaktif yang terjadi secara alami dalam "jamur ajaib" dapat membantu mengurangi gejala depresi dan juga mengatur ulang atau "me-reset"…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Chandra Asri Raih Peringkat Ba3 dari Moody’s

Moody's Investors Service menyematkan peringkat Ba3 terhadap surat utang yang akan diterbitkan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Chandra Astri…

BFIN Tawarkan Kupon Obligasi Hingga 7,75%

PT BFI Finance Tbk (BFIN) akan melakukan penawaran umum obligasi berkelanjutan III tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp835…

Pefindo Tawarkan Kredit Mudah dan Cepat

Proses analisa aplikasi kredit baru maupun pemantauan kredit debitor eksisting kini semakin cepat, efisien dan mudah. Cukup dengan dengan menjadi…