Gunakan Narkoba, Mahasiswa Didepak Dari PT

Sabtu, 21/09/2013

Narkoba sudah menjadi masalah bagi seluruh masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa dan pelajar. Pasalnya, mahasiswa dan pelajar menjadi kelompok kedua tertinggi kasus penyalahgunaan narkoba setelah pekerja.

Untuk pekerja, mungkin dapat dimaklumi karena telah memiliki penghasilan untuk membeli barang haram yang harganya cukup mahal. Namun, bagi mahasiswa dan pelajar yang masih menggantungkan biaya dari orangtua, tentunya meresahkan, baik bagi orangtua, keluarga, masyarakat maupun pemerintah.

Catatan Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) pada 2012 terdapat 300 juta penduduk dunia yang mengonsumsi narkoba. Sebanyak, 200 ribu pengguna meninggal per tahunnya. Sedangkan menurut hasil survei Badan Nasional Narkotika (BNN), tercatat penyalahgunaan narkoba tahun 2011 sebanyak 2,2 % atau 4 juta penduduk Indonesia menggunakan narkoba. Dari jumlah itu sebanyak 2% atau sekitar 880 ribu adalah pelajar dan mahasiswa.

Demi memutus rantai penyalahgunaan narkoba kepada pekerja dan mahasiswa serta pelajar, Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sepakat bakal mengeluarkan mahasiswanya yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya.

"Langkah ini merupakan wujud kesepakatan perguruan tinggi untuk bekerja sama dalam penanggulangan narkoba," kata Ketua Badan Kerja Sama (BKS) PTN-Kopertis Jateng-DIY Prof Sudharto P. Hadi belum lama ini.

Rektor Universitas Diponegoro Semarang itu menjelaskan kebetulan saat ini bersamaan dengan proses penerimaan mahasiswa baru sehingga akan dilakukan tes urine untuk mengetahui menyalahgunakan narkoba atau tidak.

"Fokus kami saat ini memang kepada mahasiswa baru karena bersamaan dengan awal tahun ajaran baru. Kalau dalam tes itu positif narkoba akan langsung diberi sanksi, yakni dikeluarkan dari perguruan tinggi,\" kata dia.

Meski demikian, sambung dia, penanggulangan narkoba semacam itu juga akan aktif dilakukan untuk seluruh mahasiswa, baik lama maupun baru dengan sanksi yang sama jika memang terbukti menyalahgunakan narkoba. Karena itu, seluruh PTN dan PTS di Jateng dan DIY sudah sepakat untuk menerapkan aturan ini.

Untuk mendukung langkah penanggulangan penyalahgunaan narkoba, kalangan perguruan tinggi akan aktif menggandeng berbagai pihak terkait, seperti kepolisian daerah dan BNN.

Koordinator Kopertis Wilayah V DIY Dr Bambang Supriyadi menambahkan bahwa seluruh PTS di Yogyakarta sudah sepakat untuk melakukan tes urine kepada kalangan mahasiswa, terutama untuk para mahasiswa baru.

"Sanksinya jelas. Jika hasilnya positif mengonsumsi narkoba maka mahasiswa yang bersangkutan akan dikeluarkan. Mereka kan sudah menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengonsumsi narkoba," ujar dia.