Pabrik Pengemasan Semen Indonesia Beroperasi

Ditargetkan Akhir Tahun

Rabu, 18/09/2013

NERACA

Jakarta - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) akan mengoperasikan pabrik pengemasan atau packing plant di Banjarmasin pada kuartal IV 2013 dengan nilai investasi mencapai Rp120 miliar. Disebutkan, hingga Agustus 2013 pembangunan sudah mencapai 90%.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (17/9). Kata Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk, Dwi Soetjipto, dengan beroperasinya pabrik pengemasan dapat memperluas jangkauan pasar perseroan, “Ini adalah bagian dari strategi perseroan agar bisa semakin dekat dengan konsumen, moving closer to the customer,”ujarnya.

Nantinya, packing plant Banjarmasin akan melayani daerah pemasaran Kalimantan Selatan dan sekitarnya. Selain itu, unit packing plant di Banjarmasin ini diharapkan semakin memperkuat eksistensi dan ekspansi bisnis perseroan di Kalimantan.

Perseroan menyatakan bahwa packing Plant yang berlokasi di Jalan PM Noor, Pasir Mas, Banjarmasin tersebut memiliki 1 buah silo dengan kapasitas 600 ribu ton semen pertahun, dilengkapi 2 line semen bag dengan rotary packer berkapasitas 2200 bag/jam dan 1 line curah dengan kapasitas 120 ton/jam serta dilengkapi dermaga yang bisa disandari kapal dengan kapasitas sebesar 5.000 DWT.

Dijelaskan Dwi, silo tersebut berfungsi untuk menampung semen sebelum masuk ke unit pengemasan. Selain itu, perseroan juga sedang memperbanyak pabrik pengemasan dalam rangka menekan biaya logistik agar harga semen perusahaan semakin terjangkau. ”Ke depannya kami juga akan terus membangun pabrik pengemasan. Ini tak lain adalah upaya untuk mengokohkan posisi pasar di industri semen nasional yang semakin kompetitif”, jelas dia.

Berdasarkan data ASI, pasar semen di Kalimantan berkembang cukup baik. Hingga Agustus 2013, penjualan semen di Kalimantan mencapai 2,76 juta ton, meningkat sebesar 6,9% dibanding periode yang sama tahun 2012 sebesar 2,58 juta ton. Pertumbuhan penjualan semen di Kalimantan hingga Agustus 2013 juga tercatat lebih tinggi di banding pertumbuhan semen di beberapa daerah, Sumatera tercatat tumbuh 1,8%, Sulawesi 4,7%, Maluku & Irian Jaya tumbuh 0,1%.

Leader Market

Diakui Dwi, Semen Indonesia hingga saat ini masih memimpin pasar semen dalam negeri. Berdasarkan data yang dimiliki perseroan hingga Agustus 2013, penjualan domestik naik 15% menjadi 15,90 juta ton, mengungguli pertumbuhan penjualan pasar domestik sebesar 5,7%. Pangsa pasar mencapai 43,7% dan total penjualan naik 16% menjadi 16,09 juta ton.

Dirinya berharap, kehadiran packing plant ini mempunyai multiplier effect yang cukup besar bagi perekonomian daerah, antara lain, dengan pajak daerah dan retribusi, penyerapan tenaga kerja dan dampak lainnya seperti kenaikan permintaan sejumlah barang dan jasa, mulai dari kuliner, properti, industri kreatif, perhotelan, dan industri penunjang lainnya, “Itu semua bisa meningkatkan kualitas perekonomian dan daya beli masyarakat,”tandasnya.

Selain itu, perseroan juga terus menambah distribution channel dengan jaringan gudang yang ada di seluruh Indonesia. Hingga saat ini perseroan telah memiliki 361 distributor, dan dipastikan akan terus bertambah seiring semakin luasnya pasar yang dibidik perseroan.

Semen Indonesia telah memiliki 3 lokasi pabrik di Indonesiayaitu Semen Padang di Sumatera, Semen Gresik di Jawa serta Semen Tonasa di Sulawesi dan memiliki 1 lokasi pabrik di luar negeri yaitu Thang Long Cement di Vietnam. Selain itu perseroan memiliki Cement Mill sebanyak 22 unit, packing plant 21 unit.

Perseroan juga memiliki sarana perluasan jangkauan pasar yang ditunjang dengan keberadaan pelabuhan khusus (special sea port) semen yang dimiliki perseroan. Pelabuhan itu untuk menjamin kecepatan waktu bongkar muat semen. Saat ini, ada 11 pelabuhan khusus yang dimiliki perseroan, yaitu di Padang, Tuban, Gresik, Biringkasi, Dumai, Ciwandan, Banyuwangi, Sorong dan dua pelabuhan di Vietnam. (nurul)