Dana Asing Masih Betah di Pasar Modal - Memberikan Return 12%

NERACA

Jakarta – Belum banyak masyarakat mengetahui manfaat berinvestasi di pasar modal, padahal banyak kalangan menilai investasi di pasar modal memberikan keuntungan atau return tinggi, namun berisiko tinggi pula.

Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan mengatakan, rata-rata return investasi di pasar modal dengan acuan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setiap tahunnya ada di level 21%. Bahkan, di tengah kondisi fluktuatifnya IHSG return yang bisa didapat investor dari investasinya di pasar modal masih tinggi dan diproyeksikan dapat mencapai 11%-12%.“Tahun ini perkiraan return yang bisa didapat investor dari investasinya di pasar modal bisa mencapai 11%-12%,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Namun, potensi return yang bisa diambil tersebut tidak sejalan dengan jumlah investor yang ada saat ini. Jika dibandingkan dengan total populasi yang ada, investor lokal di pasar modal masih tergolong sedikit dan secara langsung investasi di pasar modal pun relatif minim.

Sebelumnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, (BEI) Ito Warsito menuturkan, jumlah investor yang ada di Indonesia saat ini belum mencapai 400.000. Meski tercatat naik dua kali lipat lebih jika dibandingkan Juni 2009, yang mencapai 160.000 rekening, jumlah ini dinilai masih sangat minim.“Jika kita punya 40 juta kelas menengah di Indonesia, artinya investor pasar modal hanya satu persen,” jelas Ito.

Untuk mengatasi masalah ini, BEI mengaku terus melakukan upaya dalam meningkatkan jumlah investor di pasar modal. Misalnya, alam bentuk edukasi sudah memasukkan informasi ke dalam kurikulum pendidikan Indonesia. BEI pun tercatat telah bekerja sama dengan 107 kampus di seluruh Indonesia.

Sementara pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia (UI) Budi Frensidy memperkirakan, dana asing yang keluar dari pasar modal Indonesia akan kembali masuk ke Indonesia. Investor asing berasumsi keuntungan di Indonesia lebih besar dibandingkan di negara maju.\"Pertumbuhan ekonomi negara maju lebih kecil, investor akan berpikir dalam penempatan dananya ke negara yang memiliki return yang lebih tinggi, alias balik lagi ke Indonesia,”ujar dia.

Keyakinan Budi, dana asing akan masuk ke Indonesia karena pertumbuhan ekonomi domestik tidak ada downgrede walaupun saat ini mengalami perlambatan. Terlebih, investor lebih mempertimbangkan imbal hasil yang menarik ketimbang risiko investasi. \"Mereka pasti mencari tawaran return yang lebih tinggi. Setelah itu mempertimbangkan risiko, likuiditas dan lain-lain,\" kata Budi.

Dia menambahkan, banyaknya dana asing yang keluar dari pasar modal Indonesia karena adanya perbaikan perekonomian di negera maju. Sehingga, diharapkan pemerintah berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi domestik agar menimbulkan kepercayaan kepada investor asing. (bani)

BERITA TERKAIT

Honda Kuasai 53 Persen Pasar Hatchback di Indonesia

Honda menguasai pasar hatchback di Indonesia sebesar 53 persen melalui penjualan mobil Honda Jazz dan Honda Civic Hatchback. Honda Jazz…

Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi - Penanaman Modal di Sektor Riil

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

BNP Paribas Bidik Dana Kelola Rp 31 Triliun

Maraknya perusahaan manajer investasi mengeluarkan produk investasi dalam menghimpun dana masyarakat lebih besar lagi juga dilakukan BNP Paribas Investment Partners.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hary Tanoe Terima Gelar Kehormatan Sulsel

NERACA Makassar - Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menerima gelar warga kehormatan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diberikan…

BEI Suspensi Perdagangan Saham Malacca

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), berikutnya perdagangan saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) dihentikan…

Panorama Bikin Anak Usaha Mitra Global

Menggeliatnya bisnis pariwisata saat ini memacu PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) untuk lebih agresif mengembangkan bisnisnya. Teranyar, perseroan membentuk anak…